Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi
Ilustrasi emas. (FREEPIK/wirestock)
08:32
8 Mei 2026

Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis (7/5/2026) waktu setempat atau Jumat (8/5/2026) pagi WIB, didorong optimisme kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi serta tekanan suku bunga tinggi berkepanjangan.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3 persen menjadi 4.700,98 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi perdagangan sebelumnya. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,4 persen menjadi 4.710,90 dollar AS per ons.

Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pasar saat ini masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

"Jika gencatan senjata bertahan dan perang ini bisa kita tinggalkan, serta aktivitas bisnis kembali normal dengan Selat Hormuz tetap terbuka, saya melihat harga emas bisa terdorong menuju 5.000 dollar AS per ons," ujar Haberkorn.

"Pasar saat ini hanya memantau situasi di Timur Tengah, serta arah kebijakan yang akan diambil Federal Reserve AS," tambah dia.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Sumber dan pejabat terkait sebelumnya menyebut AS dan Iran semakin mendekati kesepakatan sementara untuk menghentikan perang.

Pemerintah Iran disebut sedang meninjau proposal yang bertujuan menghentikan konflik, meski sejumlah isu sensitif masih belum terselesaikan.

Namun, penguatan harga emas tertahan setelah muncul laporan bahwa Iran tidak akan mengizinkan AS membuka kembali Selat Hormuz dengan "rencana yang tidak realistis".

Pernyataan tersebut disampaikan pejabat senior Iran seperti dikutip Wall Street Journal dari media pemerintah Iran, Press TV.

Di sisi lain, harga minyak dunia sempat berbalik menguat setelah laporan tersebut muncul. Kenaikan harga energi biasanya memicu inflasi lebih tinggi dan membuat bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, emas cenderung kurang menarik di lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Lembaga keuangan TD Securities menilai harga emas masih berpotensi naik lebih tinggi setelah tekanan inflasi akibat konflik dan harga minyak mulai mereda.

"Ada peluang harga emas menembus di atas 5.200 dollar AS per ons ketika konflik dan tekanan inflasi akibat minyak mereda," tulis TD Securities dalam catatannya.

"Lalu ketika The Fed mulai beralih fokus pada dukungan terhadap lapangan kerja, imbal hasil obligasi turun, dollar AS melemah, serta permintaan investor dan bank sentral kembali meningkat, tren bullish emas dapat kembali menguat," lanjut lembaga tersebut.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak 2,3 Persen, Dipicu Pelemahan Dollar AS

Pelaku pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat waktu setempat, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter The Fed sepanjang tahun ini.

Sementara itu, data juga menunjukkan bank sentral China kembali menambah cadangan emasnya selama 18 bulan berturut-turut pada April 2026.

Adapun kenaikan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 2,6 persen menjadi 79,32 dollar AS per ons setelah menyentuh level tertinggi sejak 17 April.

Sebaliknya, platinum turun 1,2 persen menjadi 2.036,28 dollar AS per ons dan paladium melemah 2,5 persen menjadi 1.498,86 dollar AS per ons.

Tag:  #harga #emas #dunia #naik #harapan #perdamaian #iran #redakan #kekhawatiran #inflasi

KOMENTAR