Daerah Terpencil Masih Andalkan Genset, RI Dorong Interkoneksi Listrik Kawasan ASEAN
Ilustrasi genset PLN.(KOMPAS.com/HERU DAHNUR)
12:20
8 Mei 2026

Daerah Terpencil Masih Andalkan Genset, RI Dorong Interkoneksi Listrik Kawasan ASEAN

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan konektivitas infrastruktur energi di kawasan ASEAN timur untuk mempercepat pemerataan akses listrik, terutama pada wilayah terpencil yang masih bergantung pada genset berbiaya tinggi.

Isu tersebut disampaikan dalam Special BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) Leaders’ Summit di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026) waktu setempat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembangunan infrastruktur energi kawasan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut dia, hingga saat ini masih terdapat daerah pelosok yang belum menikmati pasokan listrik andal dan bergantung pada genset, sehingga aktivitas ekonomi dan layanan publik berjalan terbatas.

"Pertemuan ini merupakan inisiatif kerja sama ekonomi subregional yang dibentuk pada tahun 1994 untuk mendorong pembangunan di daerah 3T bagi empat negara anggota," ujar Bahlil dikutip dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Bahlil Bahas Interkoneksi Listrik Bersama Negara ASEAN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Sinergi Alumni IPB di Jakarta pada Sabtu, (2/5/2026). Tangkap Layar Youtube Himpunan Alumni IPB Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Sinergi Alumni IPB di Jakarta pada Sabtu, (2/5/2026). Ia menegaskan, kerja sama subregional tidak hanya berfokus pada konektivitas antarnegara, tetapi juga harus mampu menghadirkan akses listrik yang merata, andal, dan terjangkau hingga ke daerah paling terpencil.

Dalam forum BIMP-EAGA, pemerintah Indonesia, lanjut dia, mendorong penguatan sinergi pembangunan kelistrikan lintas kawasan melalui proyek interkoneksi energi, elektrifikasi pedesaan, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

Menurut Bahlil, langkah tersebut penting agar masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil dapat memperoleh akses energi yang lebih baik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik," ucapnya.

Melalui kerja sama BIMP-EAGA, Kementerian ESDM optimistis kolaborasi empat negara anggota dapat memperkuat pembangunan infrastruktur energi kawasan.

Sehingga diharapkan tidak hanya mengamankan rantai pasok masing-masing negara, tetapi juga mengakselerasi Asia Tenggara sebagai poros pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Baca juga: Menkeu Targetkan Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026

Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pidatonya menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus terus berkembang agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika global yang terus berubah.

"Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita," ujar dia.

Presiden juga menyoroti pentingnya penguatan konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi di kawasan menjadi lebih efisien.

Menurutnya, agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, dan kemitraan yang lebih erat dengan mitra pembangunan regional.

"Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan mitra pembangunan kita," ucap Prabowo.

Tag:  #daerah #terpencil #masih #andalkan #genset #dorong #interkoneksi #listrik #kawasan #asean

KOMENTAR