AS dan Iran Gagalkan Kesepakatan Perjanjian Nuklir di Konferensi PBB
- Konferensi PBB selama empat minggu yang meninjau perjanjian untuk mencegah penyebaran senjata nuklir berakhir tanpa kesepakatan pada Jumat (21/5/2026).
Menurut laporan CBS News, Sabtu (23/5/2026), kegagalan itu disebabkan karena Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berselisih mengenai program nuklir Teheran.
Baca juga: Bagaimana Iran Bisa Nyaris Punya 11 Bom Nuklir di Era 3 Presiden AS?
Konferensi dipimpin Duta Besar Vietnam untuk PBB, Do Hung Viet. Ia mengumumkan tidak ada konsensus di antara 191 pihak yang menandatangani Perjanjian Non-proliferasi Nuklir (NPT). Bahkan untuk dokumen akhir yang telah diperlunak.
Do kemudian mengatakan dalam konferensi pers bahwa "tidak ada yang menghalangi tercapainya konsensus."
Tetapi ia menyebut alasan penting atas kegagalan mencapai kesepakatan adalah adanya ketentuan dalam draf akhir yang menyatakan Iran "tidak boleh mencari, mengembangkan, atau memperoleh senjata nuklir apa pun."
Baca juga: Dibombardir Ukraina, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir 3 Hari
Iran sebut tuntutan AS berlebihan
Misi Iran di PBB menuduh tuntutan berlebihan dari Washington yang mendorong perundingan nonproliferasi nuklir menuju kegagalan.
“Konferensi Peninjauan NPT gagal untuk ketiga kalinya berturut-turut karena adanya tindakan penghalangan dari Amerika Serikat dan sekutunya,” katanya dalam sebuah unggahan di X, dilansir Al Jazeera, Sabtu.
Misi Teheran di PBB menambahkan bahwa NPT “tidak memiliki masa depan” tanpa upaya perlucutan senjata yang lebih luas.
Baca juga: Senjata Nuklir Tak Cukup, Korut Masih Ingin Perkuat Pertahanan
Perjanjian tersebut dirancang untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan, pada akhirnya, mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Melalui juru bicaranya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan penyesalan atas kegagalan tersebut ketika risiko tinggi yang ditimbulkan oleh senjata nuklir menuntut tindakan mendesak
“Semua negara diminta untuk memanfaatkan sepenuhnya semua jalur dialog, diplomasi, dan negosiasi yang tersedia untuk mengurangi ketegangan, menurunkan risiko nuklir, dan pada akhirnya menghilangkan ancaman nuklir," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Baca juga: AS Panik, Sebut Iran Sangat Dekat dengan Produksi Senjata Nuklir
Perselisihan Iran dan AS soal nuklir
Ilustrasi senjata nuklir.
AS dan Iran telah berselisih sejak dibukanya konferensi peninjauan pada 27 April. Washington menuduh Iran menunjukkan penghinaan terhadap komitmennya berdasarkan perjanjian tersebut.
Sementara Iran mengatakan serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklirnya melanggar hukum internasional.
Iran adalah negara yang terikat pada NPT, sehingga wajib untuk membuka semua lokasi nuklir mereka untuk diperiksa oleh badan pengawas nuklir PBB.
Baca juga: Trump Anggap Menghentikan Nuklir Iran Lebih Penting, Warga AS Bukan Prioritas
Namun, Iran belum memberikan akses kepada inspektur dari Badan Energi Atom Internasional ke lokasi-lokasi nuklir yang dibom oleh AS pada Juni lalu.
Ini adalah kegagalan ketiga berturut-turut dalam konferensi meninjau NPT, yang dianggap sebagai landasan nonproliferasi dan perlucutan senjata global.
Terakhir kali di peninjauan perjanjian pada Agustus 2022, Rusia memblokir kesepakatan tentang dokumen akhir terkait invasinya ke Ukraina dan referensi tentang pendudukan Moskwa atas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terbesar di Eropa.
Tag: #iran #gagalkan #kesepakatan #perjanjian #nuklir #konferensi