Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Persen Usai Trump Tolak Proposal Iran
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran terbaru Iran terkait perang di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz terus menekan pasokan energi global.()
09:04
11 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Persen Usai Trump Tolak Proposal Iran

– Harga minyak dunia melonjak pada awal perdagangan pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memperpanjang gangguan distribusi energi global akibat efektif tertutupnya Selat Hormuz.

Mengutip Bloomberg, Senin (11/5/2026), harga minyak Brent sempat naik hingga 4,2 persen ke level 105,54 dollar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menembus level 99 dollar AS per barel.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut respons Iran terhadap proposal damai AS sebagai sesuatu yang “totally unacceptable” atau sepenuhnya tidak dapat diterima.

Baca juga: Trump Bertemu Xi Jinping Pekan Ini, CEO Apple dan Nvidia Ikut Mendampingi?

Pernyataan itu muncul di tengah upaya kedua negara mempertahankan gencatan senjata rapuh setelah serangkaian bentrokan dalam beberapa waktu terakhir.

Penutupan hampir total Selat Hormuz sejak perang pecah pada akhir Februari 2026 telah menghambat pengiriman minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar ke berbagai negara. Situasi ini mendorong kenaikan harga energi global sekaligus memicu kekhawatiran inflasi.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) bahkan menyebut konflik tersebut sebagai guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah.

Head of Commodities Strategy ING Groep NV Warren Patterson mengatakan optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran mulai memudar.

Baca juga: Iran Minta Ganti Rugi Perang dan Kuasai Selat Hormuz, Trump: Sangat Tidak Bisa Diterima

“Optimisme terhadap kesepakatan segera antara AS dan Iran memudar, sehingga mendorong harga minyak naik,” kata Patterson.

Ia menilai kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik kembali meningkat dan membuka peluang kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026.AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026.

Di sisi lain, laporan Wall Street Journal menyebut Teheran menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga.

Namun, Iran menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Pemerintah Iran kemudian membantah laporan tersebut melalui kantor berita semi-resmi Tasnim.

Ketegangan di kawasan juga kembali meningkat setelah serangan drone pada Minggu (10/5/2026) menyebabkan kapal kargo terbakar sementara di dekat Qatar, Teluk Persia.

Serangan itu menjadi insiden terbaru terhadap jalur pelayaran sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal April.

Uni Emirat Arab dan Kuwait juga mengklaim berhasil mencegat drone bermusuhan.

Baca juga: Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Memudar

Chief Executive Officer Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan pasar energi global baru bisa kembali normal pada 2027 apabila gangguan pelayaran di Selat Hormuz berlangsung lebih dari beberapa pekan ke depan.

Menurut dia, Saudi Aramco mulai mengalihkan sebagian distribusi minyak melalui pelabuhan Yanbu di pesisir barat Arab Saudi untuk menutupi kehilangan pasokan.

Meski demikian, sejumlah kecil pasokan energi masih berhasil melewati Selat Hormuz. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab disebut berhasil mengirim beberapa kapal tanker, meskipun volumenya masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.

Qatar juga berhasil mengirim satu kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), yang menjadi pengiriman pertama sejak konflik dimulai.

Lembaga keuangan global juga mulai memperkirakan gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz akan berlangsung hingga paruh kedua tahun ini.

Baca juga: Netanyahu Tak Rela Perang Iran Berakhir, Tuntut Teheran Bereskan Ini Lebih Dulu

Mayoritas responden survei Goldman Sachs memperkirakan arus pelayaran di jalur tersebut masih akan terganggu setidaknya hingga setelah Juni 2026.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan program CBS 60 Minutes menegaskan perang dengan Iran “belum berakhir”.

Ia mengatakan Israel masih perlu melanjutkan upaya penghancuran kemampuan nuklir Iran dan menghilangkan cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik negara tersebut.

Trump juga dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pekan ini. Pejabat AS menyebut Trump akan menekan China terkait hubungan negara tersebut dengan Iran, termasuk soal dukungan pendapatan dan potensi ekspor senjata.

Tag:  #harga #minyak #dunia #melonjak #persen #usai #trump #tolak #proposal #iran

KOMENTAR