Dukung Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, KCN Dorong Kesadaran terhadap Anak Autis Nonverbal
- PT Karya Citra Nusantara (KCN) mendukung gerakan “Setiap Anak Punya Suara” dengan berpartisipasi dalam peluncuran buku “Naya dan Talkernya” di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).
Partisipasi KCN dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap anak autis nonverbal sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Keterlibatan perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan dan logistik itu sekaligus menjadi kelanjutan dari sinergi panjang yang telah dijalin bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Yayasan Cagar Rumah Autis Depok.
Public Relation Supervisor KCN Bella Mardiana menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca juga: Temanggung Kini Punya Rumah Terapi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus
“Kolaborasi dan gerakan yang digaungkan hari ini memiliki kesinambungan yang kuat dengan berbagai inisiatif sosial yang sebelumnya telah dijalankan melalui program CSR KCN,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Untuk diketahui, peluncuran buku Naya dan Talkernya merupakan inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis nonverbal sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi mereka.
Selain peluncuran buku, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi talkshow, diskusi dan berbagi pengalaman, meet and greet, serta seremoni kolaborasi bersama berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi anak berkebutuhan khusus.
Buku Naya dan Talkernya mengangkat kisah perjalanan seorang anak autis nonverbal dalam menemukan cara berkomunikasi melalui talker, alat bantu komunikasi yang menjadi jembatan bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pikirannya.
Baca juga: Mahasiswa Autis Asperger, Siham Berhasil Lulus Skripsi di UGM
Melalui pendekatan visual dan cerita yang hangat, buku tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami bahwa setiap anak memiliki caranya masing-masing untuk berkomunikasi dan menyampaikan dirinya.
Pengarang buku Naya dan Talkernya sekaligus ibu dari anak bernama Naya, Dewi Mareta, mengaku bersyukur peluncuran buku karangannya dapat terlaksana.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa penulisan buku Naya dan Talkernya berawal dari keinginan sederhana untuk berbagi pengalaman melihat perkembangan anaknya setelah menggunakan talker.
“Terbukanya komunikasi ini merupakan langkah yang sangat berarti dan diharapkan dapat membantu perkembangan positif lainnya,” ungkap Dewi.
Baca juga: Komdigi: Roblox Hilangkan Fitur Komunikasi dengan Orang Tak Dikenal
Sementara itu, penggagas gerakan Setiap Anak Punya Suara, Sofia Karina, mengatakan, gerakan ini hadir untuk membuka perspektif bahwa komunikasi tidak selalu tentang berbicara.
Dengan pendekatan yang tepat, ia percaya bahwa setiap anak memiliki cara untuk terhubung dan mengekspresikan dirinya.
“Saya berharap gerakan Setiap Anak Punya Suara dapat mendorong kesadaran, empati, dan pemahaman publik terhadap anak autis nonverbal. Anak-anak ini juga membutuhkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk didengar,” jelas Sofia.
Baca juga: Realita Pahit Pendidikan Anak Autis di Indonesia
Kolaborasi ciptakan lingkungan inklusif
Penyerahan simbolis donasi buku ?Naya dan Talkernya? oleh KCN kepada Rumah Autis Yayasan Cagar Depok sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi dan literasi inklusif.
Pembina sekaligus Ketua LKS Disabilitas Yayasan Cagar Rumah Autis Depok, Suyono, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam peluncuran buku Naya dan Talkernya.
“Kami percaya kolaborasi orangtua, guru, dan masyarakat merupakan kunci penting karena dapat membantu membuka wawasan masyarakat bahwa anak autis nonverbal bukan tidak mampu berkomunikasi, melainkan memiliki cara komunikasi yang berbeda,” ujarnya.
Suyono menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti bagi perkembangan mereka.
Hal serupa juga disampaikan oleh terapis anak berkebutuhan khusus dari Jakarta Behaviour Center (JBC), Andrea. Menurutnya, pemahaman lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam perkembangan kemampuan komunikasi anak autis nonverbal.
Baca juga: 5 Cara Sederhana Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Batita
“Ketika lingkungan memahami cara anak berkomunikasi, anak akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk mengekspresikan dirinya. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar anak-anak ini dapat berkembang secara optimal,” ucap Andrea.
Pada kesempatan tersebut, CEO Indonesia Writing Edu Center (IWEC) selaku editor dan penerbit buku Naya dan Talkernya, Maylia Erna Sutarto, menyampaikan bahwa kisah Naya terasa spesial karena dikemas dengan konsep cerita bergambar sehingga dapat dinikmati berbagai usia.
Ia berharap, kehadiran buku tersebut dapat menambah khazanah buku cerita anak yang saat ini masih terbatas.
“Buku ini sangat insightful. Pendekatan penceritaannya menggunakan sudut pandang Naya untuk menggambarkan perasaan dan pikirannya dalam proses belajar berkomunikasi dengan orang lain, sehingga terasa lebih emosional, dekat, dan mudah dipahami pembaca,” jelas Maylia.
Baca juga: Sisihkan 10 Menit Sehari untuk Membacakan Buku Anak, Ini Alasannya
Melalui gerakan Setiap Anak Punya Suara, KCN dan seluruh pihak terkait mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, sekolah, media, dunia usaha, hingga institusi publik untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan suportif bagi anak autis nonverbal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Hari Kesadaran Autisme Dunia, yang diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa komunikasi tidak selalu hadir melalui kata-kata, dan setiap anak memiliki suara yang layak untuk didengar.
Tag: #dukung #gerakan #setiap #anak #punya #suara #dorong #kesadaran #terhadap #anak #autis #nonverbal