PSI dan Projo Berebut Jokowi, Pengamat: Tak Berdampak Signifikan pada Elektabilitas
-- Projo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saling berebut pengaruh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Keduanya saling mengeklaim tengah menyiapkan Jokowi berkeliling Indonesia untuk serap aspirasi.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mempertanyakan pengaruh Jokowi dalam menaikkan elektabilitas.
Nyatanya mantan Wali Kota Solo itu tidak cukup berhasil membawa PSI duduk di Senayan.
"Membaca jejak pengaruh Jokowi di Pemilu 2024, dan dalam catatan survei yang IPO lakukan, Jokowi sebetulnya tidak memiliki dampak signifikan pada elektabilitas Parpol," kata Dedi kepada Kompas.com, Jumat (15/6/2026).
Baca juga: Rencana Jokowi Turun Gunung Keliling Indonesia demi Menangkan PSI di 2029, Tinggal Tunggu Waktu
Dedi menambahkan, posisi PSI bahkan berada di bawah Perindo.
Setara dengan Partai Ummat, Gelora, PKN, dan beberapa Parpol baru lainnya.
"Memang Prabowo berhasil menang di Pilpres. Tetapi catatannya bukan didominasi faktor Jokowi," ungkapnya.
Dedi menilai klaim saling berebut Jokowi akan membuat dampak pengaruh Jokowi semakin kecil.
Projo menurutnya akan tetapi menggunakan Jokowi lantaran Projo besar karena Jokowi.
"Klaim Projo bahwa mereka bukan Pro Jokowi tidak masuk akal," ujarnya.
Sebelumnya Projo menyebut bahwa kondisi Jokowi telah pulih 99 persen dan siap berkeliling Indonesia pada Juni 2026 mendatang.
Sementara itu klaim tersebut langsung dibantah PSI.
Baca juga: Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, PSI: Yang Paham Dokter, Bukan Projo
Partai berlambang gajah itu menyebut bahwa partainya yang menyiapkan Jokowi untuk berkeliling Indonesia.
"Kita yang menyiapkan. Saya enggak tahu itu Projo, Projo apa ya? Projo kan bukannya bukan Pro Jokowi? Bukan Pro Jokowi, pada waktu itu pernah ngomong. Jadi agak membingungkan lu menanyai saya ini Projo, Projo mana? Yang sudah enggak Pro Jokowi lagi?" ujar Bestari kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).
Tag: #projo #berebut #jokowi #pengamat #berdampak #signifikan #pada #elektabilitas