Danantara Bentuk Denera, Raksasa Pengelolaan Sampah yang Dibidik Melantai di Bursa
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir saat ditemui di acara Indonesia Economic Summit (IES), di Jakarta, Rabu (4/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni’am)
20:12
11 Mei 2026

Danantara Bentuk Denera, Raksasa Pengelolaan Sampah yang Dibidik Melantai di Bursa

- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) mencatatkan saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).

Denera merupakan perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi yang baru dibentuk Danantara pada 1 April 2026 sebagai perusahaan holding yang akan menaungi seluruh proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan pihaknya memiliki rencana jangka panjang untuk membawa Denera menjadi perusahaan terbuka (Tbk) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana tersebut didasarkan pada nilai investasi yang digelontorkan dalam proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik tergolong besar, yakni mencapai 5 miliar dollar AS atau setara Rp 85 triliun hingga Rp 90 triliun.

“Nanti kan kita keinginannya tentu, karena ini kan cukup besar investment yang kita lakukan, kalau dilihat totalnya bisa mencapai 5 miliar dollar AS, itu berapa sih? Rp 90 triliun ya? Rp 85 triliun ya,” ujar Pandu saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Baca juga: Strategi Pramono Atasi Sampah di Jakarta: Dorong PSEL hingga Pilah Sampah dari Rumah

Langkah menuju pasar modal baru akan dilakukan setelah proyek mulai menghasilkan arus kas atau cash flow yang stabil.

Danantara menargetkan seluruh proyek utama rampung dan mulai memberikan pemasukan di 2028. Setelah itu, perusahaan pengelolaan sampah tersebut diharapkan dapat melantai di bursa melalui penawaran saham perdana alias IPO.

“Keinginan kita nantinya setelah ada cashflow, kita kan mengharapkan 2028 selesai ada cashflow, kita mau bawa menjadi perusahaan Tbk di sini (Bursa). Keinginan kami salah satunya itu,” paparnya.

Danantara lewat PT Danantara Investment Management (DIM) sebelumnya mengumumkan pembentukan Denera, perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi yang juga akan berfungsi sebagai holding bagi seluruh entitas pelaksana proyek Waste-to-Energy atau Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Sebagai entitas holding tugasnya mengonsolidasikan seluruh kegiatan investasi, pengembangan, dan operasional proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam struktur tersebut, Denera akan menjadi induk bagi setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. Masing-masing BUPP merupakan gabungan antara Denera dan konsorsium mitra terpilih.

Melalui skema ini, Danantara menargetkan penguatan efisiensi pengelolaan proyek, peningkatan partisipasi investor domestik maupun global, serta percepatan transfer teknologi dalam pengolahan sampah secara menyeluruh.

Pandu menjelaskan pembentukan Denera menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun sistem pengelolaan sampah nasional yang terintegrasi dan transparan.

Adapun, pendirian Denera sejalan dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 mengenai penanganan sampah perkotaan melalui pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan, serta visi pemerintah dalam membangun kota yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.

Program PSEL Danantara menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di sejumlah kota di Indonesia.

Tag:  #danantara #bentuk #denera #raksasa #pengelolaan #sampah #yang #dibidik #melantai #bursa

KOMENTAR