Dollar AS Terus Naik, Perlu Ikut Beli atau Jangan FOMO?
Dollar Amerika Serikat (AS) terus menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik dunia.
Kurs rupiah bahkan sempat menyentuh Rp 17.600 per dollar AS.
Kurs dollar AS yang terus menguat pun memunculkan pertanyaan: apakah masyarakat perlu mulai memiliki tabungan dollar AS?
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Haruskah Kita Khawatir?
Ilustrasi nilai tukar kurs rupiah dan dollar AS
Tabungan dollar AS memang kerap dianggap sebagai cara aman menjaga nilai aset saat rupiah melemah.
Namun, perencana keuangan Andi Nugroho mengingatkan bahwa menyimpan dana dalam instrumen ini harus dengan tujuan lindung nilai (hedging), bukan sekadar ikut tren.
Ia menjelaskan, keputusan menaruh dana dalam dollar AS sebenarnya sangat bergantung pada kebutuhan dan profil risiko masing-masing individu.
"Jadi boleh enggak kemudian berinvestasi di dollar AS, ya tergantung kita sendiri, apakah kita memang mau diversifikasi investasi kita di dollar AS atau enggak. Karena enggak semua orang kemudian merasa nyaman untuk berinvestasi di dollar AS," jelasnya kepada Kompas.com, ditulis pada Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Soal Rupiah Melemah, Presiden Prabowo: Orang Desa Tidak Pakai Dollar Kok...
Dia menuturkan, jika memang ingin melakukan diversifikasi aset investasi dengan memiliki dollar AS, maka keputusan tersebut harus tidak berdasarkan perasaan takut ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO).
Sebab, investasi valas pada dasarnya lebih cocok untuk jangka menengah hingga panjang, bukan untuk mencari keuntungan instan dalam waktu singkat.
"Jangan karena dollar AS lagi naik terus kemudian FOMO ikut-ikutan beli dollar. Kalau tidak sesuai profil risiko dan tujuan investasi, yang ada nanti justru bisa rugi," ucap dia.
Ilustrasi dollar AS.
Andi mengingatkan, investor setidaknya perlu menyiapkan jangka waktu investasi sekitar satu hingga tiga tahun agar bisa memperoleh potensi keuntungan yang optimal, sehingga tidak bisa langsung instan cuan.
Baca juga: Rupiah Melemah, Perlukah Punya Tabungan Dollar AS?
Maka dari itu, ia menekankan perlunya memahami risiko dari instrumen investasi yang ingin dimiliki.
"Hanya karena sekarang dollar AS-nya menguat seperti itu, ya kita belum tahu juga beberapa bulan ke depan akan seperti apa kondisinya. Kalau syukur-syukur misalnya dapat cuan dari situ, kalau enggak kan berarti kita harus hold lagi lebih lama," kata dia.
Jika memang ingin mulai membeli dollar AS, Andi juga menyarankan, untuk melakukannya secara bertahap guna mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.
Strategi tersebut dikenal dengan istilah dollar cost averaging, yakni membeli sedikit demi sedikit secara berkala.
Baca juga: Rupiah Anjlok, Haruskah Tabungan Dipindah ke Dollar AS atau Emas?
"Kalau punya uang dingin dan mau beli dollar AS, jangan langsung semua dibelikan sekaligus. Bisa dicicil, misalnya minggu ini 30 persen dulu, minggu depan beli lagi. Jadi belinya sedikit demi sedikit, untuk memecah risiko juga," pungkasnya.
Tag: #dollar #terus #naik #perlu #ikut #beli #atau #jangan #fomo