Faktor Ekonomi Jadi Alasan UEA Tinggalkan OPEC setelah 58 Tahun
- Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC dan OPEC+ disebut didasarkan pada visi ekonomi nasional negara tersebut, bukan karena pertimbangan politik.
Hal itu disampaikan Menteri Energi UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei pada Sabtu waktu setempat.
“Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan produksi nasional dan kemampuan masa depan kami, serta semata-mata didasarkan pada kepentingan nasional Uni Emirat Arab, tanggung jawab sebagai pemasok energi yang andal, dan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas pasar,” kata Al Mazrouei dalam unggahan di platform X, mengutip CNBC Minggu (17/5/2026).
Baca juga: UEA Keluar dari OPEC, Dominasi Arab Saudi Dipertanyakan
Ilustrasi bendera Uni Emirat Arab (UEA).
UEA sebelumnya mengumumkan akan keluar dari kelompok produsen minyak OPEC, organisasi yang telah diikutinya sejak 1967, bahkan sebelum negara tersebut resmi berdiri.
Menurut Al Mazrouei, keputusan itu tidak mencerminkan adanya keretakan hubungan antara UEA dan negara-negara mitranya di OPEC maupun OPEC+.
“Keputusan ini tidak didasarkan pada pertimbangan politik apa pun dan tidak menunjukkan adanya perpecahan antara Uni Emirat Arab dan para mitranya,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah keluar dari OPEC merupakan pilihan strategis dan berdaulat yang lahir dari visi ekonomi jangka panjang, perkembangan kapasitas sektor energi nasional, serta komitmen UEA terhadap ketahanan energi global.
Baca juga: Harga Minyak Melonjak, OPEC+ Tambah Kuota Produksi Juni 2026
Sebelum perang terjadi, UEA memproduksi lebih dari 3 juta barrel minyak per hari atau sejalan dengan target produksi OPEC+. Abu Dhabi sendiri menargetkan kapasitas produksi mencapai 4,9 juta barrel per hari.
Namun akibat konflik yang berlangsung, produksi UEA saat ini berada di kisaran 1,8 juta hingga 2,1 juta barrel per hari.
Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.
UEA selama ini dikenal sebagai salah satu anggota paling berpengaruh di OPEC setelah Arab Saudi.
Bersama Arab Saudi, UEA menjadi sedikit negara anggota yang memiliki kapasitas cadangan produksi signifikan untuk memengaruhi harga minyak dan merespons gangguan pasokan global.
Baca juga: OPEC+ Naikkan Target Produksi, Dampak Gangguan di Selat Hormuz
Kapasitas cadangan tersebut merupakan produksi menganggur yang dapat segera diaktifkan untuk menghadapi krisis besar.
Secara gabungan, Arab Saudi dan UEA menguasai mayoritas kapasitas cadangan minyak dunia yang mencapai lebih dari 4 juta barrel per hari.
Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak dunia kembali menguat pada Jumat lalu setelah muncul spekulasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan kembali memfokuskan perhatian pada konflik Iran usai menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.
Harga minyak mentah Brent kontrak Juli naik lebih dari 3 persen menjadi 109,26 dollar AS per barrel.
Baca juga: Manuver Strategis Abu Dhabi Meninggalkan OPEC
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni melonjak lebih dari 4 persen ke level 105,42 dollar AS per barrel.
Secara year-to-date, harga minyak mentah Brent tercatat sudah naik sekitar 74 persen, meski masih berada di bawah level tertinggi 118 dollar AS per barrel yang sempat tercapai pada akhir April 2026.
Pada Jumat yang sama, Abu Dhabi juga mengumumkan percepatan pembangunan jalur pipa minyak baru West-East menuju Fujairah untuk meningkatkan kapasitas ekspor minyak sekaligus mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
Proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 tersebut diperkirakan akan menggandakan kapasitas ekspor Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC).
Baca juga: Masa Depan Geoenergi Global Setelah OPEC Pecah Kongsi
Pembangunan jalur pipa kedua itu dilakukan di tengah tekanan pasokan energi global yang masih tinggi, terbatasnya arus distribusi melalui Selat Hormuz, serta serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi dan pengiriman yang menghambat kemampuan UEA memulihkan produksi secara normal.
Tag: #faktor #ekonomi #jadi #alasan #tinggalkan #opec #setelah #tahun