20 Tahun di Oman, MedcoEnergi Siapkan Ekspansi Baru
Emiten energi dan sumber daya alam PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi memperkuat komitmen ekspansi bisnisnya di Oman setelah dua dekade beroperasi di negara Timur Tengah tersebut. Langkah ini dilakukan di tengah target produksi minyak dan gas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2026.
Perusahaan menandai 20 tahun operasinya di Kesultanan Oman dalam acara di Muscat pada Minggu (17/5/2026). Acara itu dihadiri ekonom, akademisi, dan konsultan bisnis Oman Yang Mulia Sayyid Dr. Adham bin Turki Al Said, Menteri Energi dan Mineral Oman Yang Mulia Eng. Salim bin Nasser bin Said Al Aufi, serta para pejabat Oman dan mitra perusahaan lainnya.
“Dua puluh tahun mengajarkan kami satu hal - ketika Anda membangun bersama Oman, Anda membangun untuk jangka panjang,” ujar Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro, melalui rilis pers, Senin (18/5/2026).
“Kami sangat berterima kasih kepada Yang Mulia Sultan Haitham bin Tariq, Yang Mulia Eng. Salim bin Nasser bin Said Al Aufi, serta masyarakat Oman atas dua dekade kepercayaan dan kemitraan ini,” lanjut dia.
Hilmi menegaskan, MedcoEnergi masih melihat Oman sebagai wilayah strategis untuk pengembangan bisnis jangka panjang.
“Kami tidak berada di sini sebagai perusahaan yang sedang menutup sebuah bab. Kami hadir sebagai mitra yang siap menulis bab berikutnya, dan kami berniat untuk terus berinvestasi di Kesultanan Oman dalam jangka panjang,” katanya.
Baca juga: Ekspansi ke Malaysia, MedcoEnergi (MEDC) Amankan Blok PSC Cendramas
Oman menjadi pintu masuk pertama MedcoEnergi ke kawasan Timur Tengah dan hingga kini tetap menjadi salah satu pilar strategis dalam portofolio internasional perusahaan. Sejak 2006, MedcoEnergi mengoperasikan Karim Small Fields (KSF) berdasarkan Service Agreement dengan Petroleum Development Oman (PDO).
Pada 2015, PDO memperpanjang perjanjian tersebut selama 25 tahun hingga 2040. Selama dua dekade, kemitraan itu telah memproduksi lebih dari 110 juta barrel minyak, mengebor lebih dari 500 sumur, serta menghasilkan tujuh penemuan lapangan baru.
Selain memperluas bisnis, MedcoEnergi juga membangun pengembangan sumber daya manusia di Oman. Dari lebih dari 200 pekerja di seluruh operasi Oman, sekitar 86 persen merupakan warga negara Oman.
Perusahaan juga bekerja sama dengan Oman Institute for Energy untuk pengembangan lulusan muda Oman guna menyiapkan talenta nasional di sektor energi.
Baca juga: MedcoEnergi (MEDC) Cetak Laba Rp 1,72 T Sepanjang 2025, Produksi Migas Naik
Di sisi operasional, hingga Maret 2026, KSF mencatat enam tahun berturut-turut tanpa lost-time incident (LTI) dan melampaui 13 juta jam kerja tanpa LTI.
Ekspansi MedcoEnergi di Oman juga berlanjut melalui akuisisi participating interest sebesar 20 persen di Block 60 dan Block 48 pada 2023 bersama OQ Exploration & Production.
Pada 2025, Block 60 mencatat rata-rata produksi bruto sebesar 67,8 mboepd dan mencapai puncak produksi 77,2 mboepd pada Oktober 2025. Sementara itu, aktivitas appraisal di Block 48 terus berlangsung menuju potensi Declaration of Commerciality.
Perusahaan juga memiliki participating interest sebesar 5 persen di Block 56 yang memasuki tahap pengembangan lapangan terstruktur setelah Declaration of Commerciality pada 2024.
Baca juga: MedcoEnergi Kantongi PSC Cendramas di Lepas Pantai Malaysia
Produksi MedcoEnergi Naik, Target 2026 Tertinggi
Di tengah penguatan operasi internasional tersebut, MedcoEnergi juga mencatatkan kinerja produksi migas yang meningkat sepanjang 2025.
Sepanjang 2025, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai 156 mboepd atau berada dalam kisaran panduan perusahaan. Kinerja tersebut ditopang kontribusi proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70 persen.
Pada kuartal IV 2025, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai puncak sebesar 178 mboepd dan rata-rata 176 mboepd selama periode tersebut.
Memasuki 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas pada kisaran 165–170 mboepd. Target tersebut menjadi level produksi tertinggi yang pernah dipatok perusahaan.
Selain migas, penjualan listrik Medco Power sepanjang 2025 tercatat sebesar 4.371 GWh. Angka itu didorong pertumbuhan penjualan energi terbarukan sebesar 25 persen, terutama dari independent power producer (IPP) baru di Ijen dan Bali Timur.
Untuk 2026, MedcoEnergi menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh dengan kontribusi energi terbarukan mencapai 24 persen.
Cadangan Migas dan Imbal Hasil Pemegang Saham
Dari sisi cadangan, cadangan terbukti dan terduga (2P) MedcoEnergi pada akhir 2025 meningkat menjadi 564 mmboe dibandingkan 493 mmboe pada 2024. Indeks umur cadangan 2P juga meningkat menjadi 11,4 tahun dari sebelumnya 10,4 tahun.
Sementara itu, sumber daya kontinjensi (2C) meningkat menjadi sekitar 1 miliar boe pada akhir 2025 dibandingkan 896 mmboe pada tahun sebelumnya.
MedcoEnergi juga mencatat total imbal hasil pemegang saham sebesar 27 persen sepanjang 2025. Perseroan mengembalikan dana kepada pemegang saham sebesar 110 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,815 triliun.
Dana tersebut terdiri atas dividen sebesar 80 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,32 triliun dan pembelian kembali saham sebesar 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 495 miliar.
CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, perusahaan tetap memprioritaskan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” ujarnya.