UMKM Masuk Era Digital, Tapi Masih Bingung Kelola Uang
Perwakilan Netzme, Ruangguru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Bank Indonesia menghadiri peluncuran program literasi digital UMKM ?Gang Dagang? di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5/2026).(DOK. NETZME)
20:24
18 Mei 2026

UMKM Masuk Era Digital, Tapi Masih Bingung Kelola Uang

- Transformasi digital terus menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, di tengah meluasnya penggunaan pembayaran digital, banyak pelaku usaha masih menghadapi persoalan mendasar dalam mengelola keuangan usaha mereka.

Kondisi itu terlihat dari masih banyaknya pelaku UMKM yang mencampuradukkan keuangan pribadi dan bisnis, kesulitan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga belum optimal memanfaatkan ekosistem pembayaran digital dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, menyambut baik kolaborasi Netzme dan Ruangguru melalui program “Gang Dagang” yang diluncurkan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5/2026).

“Kami menyambut baik program ini, sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM,” kata Suharini, melalui keterangan pers, Senin.

Sebagai penyumbang lebih dari 60 persen produk domestik bruto (PDB) nasional, UMKM dinilai membutuhkan penguatan kapasitas agar mampu mengikuti perkembangan sistem pembayaran dan pengelolaan usaha berbasis digital.

Melihat kondisi tersebut, Netzme dan Ruangguru menghadirkan program “Gang Dagang”, yakni pembelajaran literasi keuangan dan digital berbasis gamifikasi atau simulasi bisnis interaktif.

Berbeda dengan pelatihan konvensional, peserta diajak menjalankan simulasi usaha yang dikaitkan langsung dengan aktivitas transaksi digital sehari-hari. Setiap modul pembelajaran juga dilengkapi enrichment class yang dipandu Ruangguru agar materi dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha.

Pada cohort perdana, program ini akan diikuti 50 pelaku UMKM yang lolos seleksi terbuka dengan masa pembelajaran selama lima bulan.

Baca juga: Literasi Keuangan Anak Muda Jadi Sorotan di Tengah Maraknya Pindar

Literasi Digital dan Keuangan

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta Roes Dina Martha menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Netzme dengan Ruangguru ini sebagai bentuk nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung peningkatan dan pemberdayaan UMKM Indonesia,” ujar Roes.

“Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini dapat bersinergi antara pihak swasta, pemerintah, otoritas, terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam mengakselerasi digitalisasi UMKM, penguasaan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” lanjut dia.

Dalam implementasinya, program ini mengintegrasikan sistem pembayaran digital ke dalam proses pembelajaran peserta. Setiap dua minggu, peserta juga mengikuti tantangan transaksi digital untuk melatih pemanfaatan pembayaran non-tunai dalam aktivitas usaha.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky G. Saputra mengatakan, penguatan infrastruktur pembayaran digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi pelaku usaha.

“Sebagai PJP berlisensi Bank Indonesia Kategori 1, kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya,” kata Vicky.

“Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut,” lanjut dia.

Baca juga: Literasi Keuangan Tinggi, tapi Perilaku Pinjol RI Masih Terlalu Pede

Fokus pada Pengelolaan Usaha

Kolaborasi dengan Ruangguru dilakukan untuk memperkuat pendekatan pembelajaran yang lebih terstruktur dan berbasis kebutuhan praktis UMKM.

Kurikulum program mencakup manajemen keuangan dasar, pencatatan keuangan, menghitung keuntungan dan Harga Pokok Penjualan (HPP), mengelola utang dan dana darurat, hingga digital finance dan akses permodalan.

Chief of Corporate Strategy and Financial Officer Ruangguru Arman Wiratmoko mengatakan, pendekatan gamifikasi dipilih agar pembelajaran lebih mudah dipahami pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan waktu.

“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Netzme untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus berdampak nyata. Kami percaya pembelajaran literasi keuangan ini juga merupakan sebuah investasi bagi para pelaku usaha UMKM ke depannya,” ujar Arman.

“Gamifikasi terbukti meningkatkan engagement dan retensi pengetahuan, terutama bagi pelaku UMKM yang sibuk. Kami berharap game Gang Dagang ini menjadi bekal nyata bagi keseharian bisnis para UMKM dan juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi kita semua,” lanjut dia.

Selain program cohort, game Gang Dagang juga dapat diakses masyarakat umum melalui gangdagang.id sebagai sarana pembelajaran literasi keuangan dan digital yang lebih interaktif dan mudah dipahami.

Tag:  #umkm #masuk #digital #tapi #masih #bingung #kelola #uang

KOMENTAR