Infrastruktur Migas Menua Jadi Tantangan, Industri Dorong Strategi Perawatan Preventif
Ilustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan. (SHUTTERSTOCK)
09:28
22 Mei 2026

Infrastruktur Migas Menua Jadi Tantangan, Industri Dorong Strategi Perawatan Preventif

- Industri minyak dan gas (migas) di Indonesia dinilai tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks pada tahun ini. Lantaran, banyaknya infrastruktur migas yang telah menua.

Head of Infrastructure Protection & Repair APAC di Henkel Adhesive Technologies, Hugo Quintanilla, mengatakan infrastruktur migas banyak yang menua karena sebagian besar aset telah beroperasi selama beberapa dekade.

Kondisi itu membuat strategi pengelolaan aset menjadi semakin penting guna menjaga keberlanjutan operasi industri.

“Kebutuhan akan solusi yang dapat memperpanjang umur aset dan meningkatkan efisiensi energi telah menjadi prioritas utama perusahaan dalam mendukung keberlanjutan industri minyak dan gas di Indonesia,” kata Hugo dalam IPA Convex 2026, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Ia menilai perusahaan energi perlu mengubah pendekatan pengelolaan aset dari strategi reaktif menjadi preventif untuk menekan biaya operasional.

Baca juga: Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

Dia menjelaskan, biaya perbaikan darurat dan hilangnya produksi jauh lebih mahal dibandingkan investasi preventif

Ia menyebutkan, satu jam downtime secara global dapat menimbulkan kerugian hingga hampir 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 8,8 miliar (asumsi kurs Rp 17.723 per dollar AS).

"Dengan solusi andal yang ditawarkan Henkel, kebutuhan akan perbaikan jangka pendek yang berulang dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan aset kritis,” tambah dia.

Henkel sendiri merupakan perusahaan di bidang barang konsumen dan teknologi industri yang telah menggunakan teknologinya dalam berbagai proyek infrastruktur energi di Indonesia, termasuk untuk aplikasi perpipaan di Sumatra dan Kalimantan.

Di sisi lain, kebutuhan perlindungan aset diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas industri dan konsumsi energi domestik.

"Indonesia bukan hanya memiliki potensi besar, tetapi juga akan terus berkembang dalam jangka panjang, terutama di sektor energi dan industri berat," kata Hugo.

Tag:  #infrastruktur #migas #menua #jadi #tantangan #industri #dorong #strategi #perawatan #preventif

KOMENTAR