Sentimen FTSE, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Senin (25/5), Ritel Bisa Cermati Saham HRUM, MBMA, hingga CPIN
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (25/5/2026).
Indeks berpeluang menguat terbatas, tetapi masih rawan terkoreksi.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG pada awal pekan masih dibayangi tekanan arus keluar dana asing.
Tekanan tersebut muncul seiring pengumuman hasil evaluasi indeks global dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell.
Baca juga: IHSG Sepekan Ambles 8,35 Persen, Saham Prajogo Pangestu hingga Sinar Mas Jadi Beban
Kondisi itu biasanya memicu penyesuaian portofolio oleh investor institusi global, terutama pada saham yang mengalami perubahan bobot maupun komposisi indeks.
Tekanan jual dari investor asing berpotensi membuat pergerakan IHSG fluktuatif dan rawan terkoreksi dalam jangka pendek.
Pelaku pasar juga mencermati rencana pemerintah menjalankan ekspor komoditas melalui satu badan khusus, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Kebijakan tersebut dinilai dapat memunculkan kekhawatiran pasar terkait mekanisme tata niaga, harga jual, hingga dampaknya terhadap kinerja emiten berbasis batu bara, mineral, dan komoditas lainnya.
“Kami perkirakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh outflow karena pengumuman MSCI dan FTSE, di sisi lain pemerintah tetap berencana melaksanakan ekspor komoditas melalui satu badan,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam (24/5/2026).
Baca juga: Saat IHSG Rontok, Perusahaan Happy Hapsoro Justru Serok 12 Juta Saham Rukun Raharja (RAJA)
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dengan level support di area 6.054 dan resistance di posisi 6.279.
“Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan koreksi dengan support 6.054 dan resist 6.279,” paparnya.
Untuk perdagangan awal pekan, investor ritel dapat mencermati sejumlah saham yang dinilai menarik.
Herditya menyebut PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan target harga Rp 850 sampai Rp 890.
Selain itu, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target harga Rp 446 sampai Rp 472.
Saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) juga dapat dicermati pada rentang harga Rp 2.120 sampai Rp 2.220.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG pada perdagangan Senin bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.
Audi memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di 5.909 dan resistance di area 6.305.
Menurut dia, indikator Relative Strength Index (RSI) mulai menunjukkan pembalikan arah di zona oversold.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi sinyal penguatan terbatas bagi IHSG.
Audi merekomendasikan speculative buy untuk saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Untuk saham INKP, level support berada di Rp 7.600 dengan resistance di Rp 8.650.
Sementara itu, saham MBMA memiliki level support di Rp 420 dan resistance di Rp 550.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, merekomendasikan buy on break untuk saham MBMA di Rp 490.
Target resistance saham MBMA berada pada kisaran Rp 496 sampai Rp 505.
Selain MBMA, Reza juga merekomendasikan beli untuk saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan target resistance di kisaran Rp 725 sampai Rp 750.
Untuk saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), Reza memberikan rekomendasi trading buy dengan target resistance di level Rp 4.400 sampai Rp 4.500.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #sentimen #ftse #ihsg #diprediksi #menguat #terbatas #senin #ritel #bisa #cermati #saham #hrum #mbma #hingga #cpin