Harga Minyak Dunia Anjlok 4,55 Persen, Pasar Sambut Peluang Damai AS-Iran
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global.()
13:48
25 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Anjlok 4,55 Persen, Pasar Sambut Peluang Damai AS-Iran

– Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam dua pekan pada perdagangan Senin (25/5/2026) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pelaku pasar menyoroti perkembangan negosiasi kedua negara yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, jalur distribusi energi penting dunia yang selama ini menjadi perhatian investor.

Mengutip Reuters, kontrak minyak mentah Brent turun 4,55 persen atau 4,71 dollar AS menjadi 98,83 dollar AS per barrel pada pukul 22.34 GMT.

Baca juga: Trump Minta Negosiator AS Tak Buru-buru Sepakati Perjanjian Baru dengan Iran, Mengapa?

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 4,73 persen atau 4,57 dollar AS menjadi 92,03 dollar AS per barrel.

Kedua kontrak tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 7 Mei 2026.

Kesepakatan AS-Iran dorong optimisme pasar energi

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (23/5/2026) mengatakan Washington dan Teheran telah “sebagian besar menyelesaikan” pembahasan nota kesepahaman menuju kesepakatan damai.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting distribusi energi global.

Sebelum konflik terjadi, Selat Hormuz dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan gas alam cair (LNG) global.

Baca juga: Trump Redam Kecemasan Netanyahu, Janji Tak Abaikan Nuklir Iran

Meski demikian, pembahasan menuju kesepakatan final masih menyisakan sejumlah isu yang belum mencapai titik temu.

Trump pada Minggu (24/5/2026) menyatakan dirinya telah meminta tim perunding AS agar tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran.

Negosiasi mengenai rincian kesepakatan disebut masih berlangsung dan kemungkinan membutuhkan waktu beberapa hari hingga memperoleh persetujuan final dari kedua pihak.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan ada kemungkinan “kabar baik” terkait Selat Hormuz dalam beberapa waktu mendatang seiring berlanjutnya pembicaraan damai antara Washington dan Teheran.

Ilustrasi kapal tanker. Harga minyak dunia kembali melemah setelah muncul sinyal deeskalasi konflik AS-Iran. Pasar berharap pasokan dari Timur Tengah segera pulih. Ilustrasi kapal tanker. Harga minyak dunia kembali melemah setelah muncul sinyal deeskalasi konflik AS-Iran. Pasar berharap pasokan dari Timur Tengah segera pulih.

Harga emas ikut bergerak

Prospek kesepakatan AS-Iran tidak hanya memengaruhi pasar minyak, tetapi juga mendorong pergerakan berbagai aset keuangan global.

Harga emas dunia melonjak hingga 1,6 persen ke kisaran 4.580 dollar AS per ons, menghapus sebagian pelemahan yang terjadi pada pekan lalu.

Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Segera Diumumkan

Pada perdagangan Senin pagi di Singapura, harga emas di pasar spot tercatat naik 1,2 persen menjadi 4.562,24 dollar AS per ons.

Harga perak juga menguat 3 persen menjadi 77,79 dollar AS per ons. Sementara platinum dan paladium turut mencatat kenaikan.

Di sisi lain, indeks dollar AS melemah 0,3 persen.

Analis Global X ETFs Justin Lin menilai respons pasar emas terhadap perkembangan negosiasi AS-Iran masih relatif terbatas.

Menurut dia, pelaku pasar masih membutuhkan bukti yang lebih konkret mengenai perkembangan hubungan AS dan Iran sebelum mengubah proyeksi pasar secara lebih agresif.

Pasar juga disebut masih menunggu kejelasan terkait sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran yang masih menjadi bagian dari pembahasan.

Selain itu, penutupan pasar di AS, Inggris, Hong Kong, dan Korea Selatan pada Senin (25/5/2026) membuat likuiditas perdagangan global lebih tipis dari biasanya.

Ilustrasi emas. FREEPIK/wirestock Ilustrasi emas.

Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi, Iran Merespons Begini

Pemulihan pasokan energi diperkirakan butuh waktu

Analis MST Marquee Saul Kavonic mengatakan prospek perdamaian mulai memberikan sentimen positif bagi pasar energi.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa risiko dan tantangan menuju kesepakatan final masih cukup besar.

Menurut Kavonic, pasar mulai memperkirakan tekanan harga minyak dalam jangka pendek dapat mereda apabila pembicaraan damai menunjukkan kemajuan.

Meski optimisme mulai muncul, para analis memperkirakan normalisasi pasokan minyak melalui Selat Hormuz tidak akan berlangsung cepat.

Arus distribusi energi diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal, termasuk proses perbaikan fasilitas minyak dan gas yang mengalami kerusakan akibat konflik.

Baca juga: Trump Buka Suara Usai Terjadi Baku Tembak di Luar Gedung Putih

Konflik Iran sebelumnya sempat memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena perubahan kebijakan moneter dapat memengaruhi pergerakan berbagai aset keuangan dunia.

Meski begitu, pelaku pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses negosiasi antara Washington dan Teheran serta kepastian terkait pemulihan distribusi energi global.

Tag:  #harga #minyak #dunia #anjlok #persen #pasar #sambut #peluang #damai #iran

KOMENTAR