Kemenperin: Indeks Kepercayaan Industri Mei Naik Signifikan, 20 Subsektor Ekspansi
Ilustrasi industri komponen lokal.(Gaikindo)
18:04
26 Mei 2026

Kemenperin: Indeks Kepercayaan Industri Mei Naik Signifikan, 20 Subsektor Ekspansi

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin mencatat Indeks Kepercayaan Industri atau IKI pada Mei 2026 mencapai 53,56.

Angka tersebut naik signifikan dibandingkan April 2026 yang berada di level 51,75.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, kenaikan IKI menjadi sinyal positif bagi optimisme pelaku industri manufaktur nasional.

Optimisme tersebut muncul di tengah tekanan nilai tukar dan dinamika global.

Menurut Febri, salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan IKI ialah keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi.

Baca juga: Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 Turun Tipis Jadi 51,90

Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga inflasi tetap terkendali.

Daya beli masyarakat juga tetap tertopang sehingga permintaan domestik terhadap produk manufaktur meningkat.

“IKI yang naik signifikan ini, menurut Kemenperin merupakan ungkapan optimisme pelaku industri atas keputusan Bapak Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi," katanya di Jakarta, Selasa.

Febri menyampaikan, peningkatan optimisme industri juga terlihat dari seluruh variabel pembentuk IKI yang berada dalam fase ekspansi.

Variabel produksi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,86 poin menjadi 55,20.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, variabel pesanan meningkat menjadi 53,47. Variabel persediaan mencapai 51,33.

Baca juga: Aturan BMADS Jadi Angin Segar bagi Industri Baja Nasional

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, 20 subsektor tercatat mengalami ekspansi.

Subsektor tersebut berkontribusi 97,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada triwulan I 2026.

Subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Mei 2026 berasal dari industri pakaian jadi, serta industri kertas dan barang dari kertas.

Kemenperin juga mencatat optimisme terjadi pada industri berorientasi ekspor dan industri berorientasi pasar domestik.

IKI industri berorientasi ekspor tercatat sebesar 53,73. Angka tersebut meningkat 1,45 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 52,28.

Sementara itu, IKI industri berorientasi pasar domestik naik lebih tinggi. Indeks tersebut meningkat 2,56 poin dari 50,90 menjadi 53,46.

Kinerja positif IKI sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026.

Sektor tersebut tumbuh 5,14 persen secara tahunan atau year on year.

Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,31 persen.

Sektor industri pengolahan juga masih menjadi kontributor utama ekspor nasional.

Nilai ekspor industri pengolahan mencapai 54,98 miliar dollar AS sepanjang triwulan I 2026.

Angka tersebut berkontribusi 82,25 persen terhadap total ekspor nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka atau IKMA Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, sektor industri kecil, menengah, dan aneka masih berada pada level ekspansi.

Kinerja sektor tersebut ditopang pasar domestik, konsumsi rumah tangga, dan sektor ritel.

Tag:  #kemenperin #indeks #kepercayaan #industri #naik #signifikan #subsektor #ekspansi

KOMENTAR