KA Cikuray Layani 2,2 Juta Penumpang hingga April 2026
Dengan tarif perjalanan terjauh rute Garut–Pasar Senen yang dipatok Rp 45.000, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) melalui KA Cikuray.
Kehadiran layanan ini menjadi salah satu pilihan transportasi yang ekonomis bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota dengan biaya yang terjangkau.
KA Cikuray dimanfaatkan oleh beragam kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, hingga wisatawan.
Baca juga: Transaksi Tiket KAI Tembus 7,2 Juta, Pelanggan Makin Andalkan Aplikasi
Ilustrasi kereta api.
Selain itu, kereta ini juga menjadi sarana mobilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan untuk keperluan keluarga, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut tecermin dari tren pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada relasi Garut–Pasar Senen (KA 299), jumlah pelanggan melonjak dari 157.735 orang pada 2022 menjadi 272.648 orang pada 2023 atau tumbuh 72,85 persen.
Angka tersebut kembali naik menjadi 305.959 pelanggan pada 2024 dan mencapai 313.926 pelanggan pada 2025.
Baca juga: KAI: 911.176 Tiket Ludes Terjual Saat Libur Idul Adha dan Hari Pancasila
Peningkatan serupa juga terjadi pada relasi Pasar Senen–Garut (KA 300). Jumlah pelanggan yang semula tercatat 135.530 orang pada 2022 meningkat menjadi 242.119 orang pada 2023 atau tumbuh 78,65 persen.
Pada 2024, jumlah pelanggan kembali bertambah menjadi 285.130 orang dan meningkat menjadi 301.797 pelanggan sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, KA Cikuray telah melayani 2.014.844 pelanggan selama periode 2022 hingga 2025.
ilustrasi kereta api.
Sementara itu, pada Januari–April 2026, jumlah pelanggan mencapai 211.498 orang, terdiri dari 107.459 pelanggan untuk relasi Garut–Pasar Senen dan 104.039 pelanggan untuk relasi Pasar Senen–Garut.
Baca juga: Penumpang Compartment Suite KAI Naik 79 Persen hingga April 2026
Dengan demikian, total pelanggan KA Cikuray sejak 2022 hingga April 2026 telah menembus 2.226.342 orang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa tren peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan KA Cikuray semakin menjadi bagian penting dari aktivitas dan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah yang dilayani kereta tersebut.
Menurutnya, layanan ini tidak hanya mendukung konektivitas antardaerah, tetapi juga berperan dalam memperluas akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
"KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu ke kota besar seperti Jakarta, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif terjangkau, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga dan kerabat," ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Perkuat Mobilitas Penumpang
Dalam perjalanannya, KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian antara lain Stasiun Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, hingga Pasar Senen.
Setiap stasiun memiliki karakter dan peran yang berbeda dalam menggerakkan kehidupan masyarakat.
Garut, Cibatu, dan Leles dikenal dengan aktivitas pertanian dan perdagangan yang tumbuh di tengah udara pegunungan yang sejuk.
Memasuki Bandung Raya, perjalanan berlanjut menuju Kiaracondong, Bandung, dan Cimahi yang menjadi pusat pendidikan, jasa, perdagangan, dan kegiatan ekonomi kreatif.
Baca juga: Dari 172 Titik Prioritas, KAI Sudah Tutup 94 Pelintasan Sebidang
Setelah itu KA Cikuray melayani Purwakarta yang berkembang sebagai daerah tujuan wisata dan perdagangan, kemudian menuju Cikampek, Karawang, dan Cikarang yang menjadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.
Ilustrasi kereta api melintas di perlintasan sebidang tak berpenjaga
Menjelang akhir perjalanan, KA Cikuray melayani Bekasi yang menjadi salah satu kota penyangga Jakarta dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Perjalanan kemudian berakhir di Pasar Senen, kawasan yang sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat di ibu kota.
Bagi masyarakat, perjalanan menggunakan KA Cikuray juga menghadirkan pengalaman tersendiri.
Baca juga: KAI Properti Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola Perusahaan
Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan, lahan pertanian, serta hamparan kebun sayur yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Kondisi alam yang sejuk dan tanah yang subur menjadikan Garut sebagai salah satu daerah penghasil berbagai komoditas hortikultura di Jawa Barat.
Berbagai hasil bumi seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat, dan aneka sayuran dataran tinggi tumbuh di wilayah ini.
Hasil panen tersebut setiap hari bergerak menuju berbagai kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: BTN dan KAI Siapkan Skema FLPP, Bangun 5.400 Hunian TOD
Anne menuturkan bahwa hubungan antara daerah penghasil hasil bumi dengan kota-kota tujuan akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
"Ketika hasil bumi dari daerah dapat menjangkau lebih banyak wilayah, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar dia.
“Petani memiliki akses pasar yang semakin luas, pedagang memiliki lebih banyak pilihan, dan masyarakat dapat memperoleh produk segar dari berbagai daerah penghasil," jelas Anne.
Perjalanan KA Cikuray memperlihatkan bagaimana satu jalur kereta api dapat menghubungkan daerah dengan karakter yang berbeda.
Baca juga: BTN-KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Bakal Jadi “Kota Baru” Jakarta
Dari wilayah pertanian yang sejuk di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jakarta, semuanya terhubung dalam satu perjalanan yang sama.
"Kereta api selalu tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka," tegas Anne.