IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan terkoreksi pada perdagangan Selasa (2/6/2026), seiring investor menanti rilis data inflasi Mei 2026 dan surplus neraca perdagangan April 2026 yang diproyeksikan anjlok. Di tengah tekanan itu, sejumlah analis merekomendasikan saham DEWA, UNTR, BBCA, hingga ANTM sebagai pilihan yang layak dicermati.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai investor masih mencermati beberapa sentimen yang berasal dari domestik dan global, di mana sentimen tersebut berpotensi mempengaruhi arah pergerakan pasar saham tanah air di awal pekan ini.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis data inflasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi daya beli masyarakat, serta arah kebijakan moneter ke depan.
Selain itu, implementasi tahap awal kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar.
Baca juga: Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Faktor Konflik Timur Tengah
Sementara dari eksternal, perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor global. Eskalasi geopolitik yang berlanjut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan dan mempengaruhi aliran modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga diperkirakan tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi sentimen pasar.
Dari sentimen itu, Herditya memperkirakan area support IHSG berada di level 6.071 dan resistance di 6.161.
“Kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.071 dan resist 6.161. Kami perkirakan investor akan mencermati rilis data inflasi Indonesia dan juga perkembangan dari konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah dan implementasi akan DHE SDA tahap awal juga menjadi perhatian investor,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (1/6/2026).
Baca juga: IHSG Turun 0,56 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 10.729 Triliun
Analisis Teknikal Saham Hari Ini
Untuk strategi perdagangan, ia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor ritel pada perdagangan Selasa ini, diantaranya;
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan target harga Rp 384- Rp 412. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) pada rentang harga Rp 24.225- Rp 25.250, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target harga Rp 1.805- Rp 2.000.
Sementara itu, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih berada dalam tren bearish jangka pendek. Secara teknikal area support penting IHSG berada pada kisaran 5.900-6.000, sementara resistance terdekat di area 6.200-6.285.
“Area support penting berada pada kisaran 5.900-6.000, sedangkan resistance terdekat di area 6.200-6.285. Selama belum mampu menembus resistance tersebut, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung terbatas dan rentan mengalami tekanan,” jelasnya.
Baca juga: Mengenal Analisis Fundamental dan Teknikal pada Saham
Inflasi Mei
Selain faktor teknikal, Reza mengatakan pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat mempengaruhi sentimen global dalam jangka pendek.
Apabila kedua negara berhasil mencapai kesepakatan, kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar keuangan, termasuk pasar saham Indonesia.
“Hal ini dapat mendorong stabilisasi harga energi dan memperbaiki persepsi risiko terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia,” imbuh dia.
Dari dalam negeri, investor juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi yang akan menjadi indikator penting bagi arah pasar ke depan.
Reza memaparkan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, tingkat inflasi pada Mei 2026 diproyeksikan mengalami kenaikan baik secara bulanan maupun tahunan.
“Surplus neraca perdagangan April 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar 1,43 miliar dollar AS dari sebelumnya 3,32 miliar dollar AS. Sementara itu, inflasi Mei 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 0,36 persen secara bulanan dan 3,17 persen secara tahunan,” ucap Reza.
Dengan berbagai sentimen yang masih membayangi pasar, mulai dari faktor teknikal, perkembangan geopolitik global, hingga rilis data ekonomi domestik, investor disarankan tetap selektif dalam menentukan pilihan investasi.
Selain itu, penerapan manajemen risiko yang disiplin dinilai menjadi langkah penting untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih berpotensi tinggi dalam jangka pendek.
Rekomendasi saham hari ini
Adapun, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih menarik untuk dicermati investor ritel di tengah dinamika pasar saat ini. Rekomendasi ini bersifat jangka panjang.
Untuk sektor perbankan, Wafi merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 10.500 per saham. Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi salah satu pilihannya dengan target harga Rp 5.800 per saham.
Di sektor konsumsi, Wafi menilai saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) masih memiliki prospek yang menarik dengan target harga Rp 6.500 per saham.
Sementara itu, dari sektor energi dan pertambangan, ia merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 9.850 per saham. Adapun saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga masuk dalam daftar pilihannya dengan target harga Rp 3.880 per saham.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ihsg #selasa #rawan #koreksi #jelang #data #inflasi #cermati #saham #dewa #untr #bbca #antm