Kementan Ajak Warga Bangun Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal Rp 5 M Kurang
- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong masyarakat membangun Dapur Susu Indonesia (Dasi) untuk menyuplai kebutuhan susu bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan Makmun mengatakan, masyarakat yang berminat membangun Dasi hanya membutuhkan modal kurang dari Rp 5 miliar.
Informasi tersebut disampaikan Makmun dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
"Dengan modal mungkin di bawah Rp 5 miliar sudah bisa membuat satu unit dapur susu," kata Makmun.
Makmun menyebutkan, Kementan telah membentuk model percontohan Dapur Susu Indonesia.
Baca juga: BGN: 8.182 SPPG MBG Pernah Disuspend, 2.213 Masih Dihentikan
Nantinya, setiap Dapur Susu Indonesia akan menyuplai kebutuhan susu untuk menu MBG di 5 hingga 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Menurut dia, dengan kehadiran SPPG sebagai offtaker dan dapur susu pengolahan skala kecil, populasi sapi perah dapat tersebar di berbagai wilayah.
"Misalnya basisnya 100-200 ekor di setiap wilayah, kemudian dibangun pengolahannya melalui Dasi atau Dapur Susu Indonesia, lalu hasilnya langsung disuplai ke SPPG," ujar Makmun.
Menurutnya, konsep Dapur Susu Indonesia akan menciptakan rantai pasok yang baik dengan kepastian penyerapan hasil produksi.
Baca juga: Program MBG Dongkrak Kebutuhan Susu, Produksi Lokal Baru Penuhi 20 Persen
Dengan demikian, peternak sapi perah skala kecil tidak lagi khawatir kalah bersaing dengan pabrik susu skala besar.
Di sisi lain, industri susu nasional saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan belum berkembang merata ke wilayah lain.
Selain itu, distribusi susu segar dari daerah yang jauh juga masih menjadi tantangan.
"Itu sebabnya sapinya harus kita sediakan. Mohon bantuan juga agar teman-teman yang ada dapat membangun industri pengolahan susu skala kecil atau UMKM melalui dapur susu ini," kata Makmun.
Baca juga: Kementan: Indonesia Butuh 1,4 Juta Sapi Perah untuk Swasembada Susu
Lebih lanjut, Makmun menuturkan bahwa program pemerintah saat ini difokuskan untuk membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari produksi hingga penyerapan hasil.
Pada tahun ini, Kementan tengah membangun ekosistem peternakan di Sulawesi Selatan yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir.
"Nanti kalau sapinya sudah datang, sambil menunggu kita diskusikan bagaimana menyerap atau memasarkan susu tersebut ke SPPG-SPPG," ujar Makmun.
Tag: #kementan #ajak #warga #bangun #dapur #susu #untuk #pasok #modal #kurang