Mengapa Dana Darurat Penting bagi Lansia di Era Aging Population?
Ilustrasi dana darurat.(SHUTTERSTOCK/BANGOLAND)
10:12
3 Juni 2026

Mengapa Dana Darurat Penting bagi Lansia di Era Aging Population?

Indonesia resmi memasuki fase aging population atau penuaan penduduk.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97 persen dari total penduduk Indonesia.

Angka tersebut telah melampaui ambang 10 persen yang menjadi indikator suatu negara memasuki fase penuaan penduduk.

Baca juga: Punya Dana Darurat, Sebaiknya Disimpan atau Diinvestasikan?

Ilustrasi lansia  Getty Images Ilustrasi lansia

BPS menyatakan, persentase lansia hasil SUPAS 2025 adalah sebesar 11,97 persen, yang menunjukkan Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk.

Data BPS menunjukkan tren peningkatan jumlah lansia Indonesia berlangsung dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Persentase lansia tercatat sebesar 7,59 persen pada 2010, meningkat menjadi 8,47 persen pada 2015, lalu 9,93 persen pada 2020, dan mencapai 11,97 persen pada 2025.

Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi ekonomi, termasuk kebutuhan perencanaan keuangan yang lebih matang pada masa pensiun.

Baca juga: Dana Darurat Penting Saat Ekonomi Tak Pasti, Ini Alasannya

Salah satu instrumen yang dinilai penting adalah dana darurat, terutama bagi kelompok lansia dan pensiunan yang umumnya tidak lagi memiliki penghasilan aktif secara rutin.

Dikutip dari Investopedia, dana darurat tetap menjadi kebutuhan penting meski seseorang telah memasuki masa pensiun.

Risiko keuangan tidak hilang saat memasuki masa pensiun

Banyak orang menganggap dana darurat hanya diperlukan ketika masih bekerja. Padahal, risiko keuangan justru tetap ada bahkan setelah seseorang berhenti bekerja.

Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah. SHUTTERSTOCK/KHONGTHAM Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah.

Dalam masa pensiun, sumber pendapatan cenderung lebih terbatas dan tetap.

Baca juga: Rupiah Melemah Bikin Warga Kota Serba Waswas, Pilih Healing Murah, Dana Darurat Jadi Prioritas

Pada saat yang sama, kebutuhan tak terduga masih dapat muncul sewaktu-waktu, mulai dari kerusakan rumah, perbaikan kendaraan, hingga pengeluaran kesehatan yang tidak direncanakan.

Dana darurat berfungsi sebagai bantalan keuangan untuk menghadapi berbagai biaya tak terduga tersebut tanpa harus mengganggu rencana keuangan jangka panjang.

Kondisi ini menjadi semakin relevan ketika jumlah lansia di Indonesia terus meningkat. BPS menyebutkan, tantangan yang muncul akibat penuaan penduduk mencakup berbagai aspek kehidupan.

Menghindari penjualan investasi saat pasar turun

Salah satu alasan utama pentingnya dana darurat bagi pensiunan adalah untuk menghindari pencairan investasi pada saat kondisi pasar sedang melemah.

Baca juga: Jangan Salah, Besaran Dana Darurat yang Harus Dimiliki Jomblo, Sandwich Generation, dan Berkeluarga Berbeda

Investopedia menjelaskan, pensiunan yang tidak memiliki dana darurat berpotensi terpaksa menjual aset investasi ketika pasar sedang turun hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Situasi tersebut dapat mengurangi nilai portofolio dan mengganggu keberlanjutan dana pensiun dalam jangka panjang.

Dana darurat memungkinkan kebutuhan mendesak dipenuhi tanpa harus menarik dana investasi pada waktu yang kurang ideal. Dengan demikian, aset investasi memiliki kesempatan untuk kembali pulih ketika kondisi pasar membaik.

Risiko semacam ini menjadi perhatian penting karena masa pensiun umumnya berlangsung semakin panjang seiring meningkatnya angka harapan hidup.

Baca juga: Salah Kaprah Kelola Dana Darurat: Bukan Cari Keuntungan, Tak Perlu Berlebihan

Ilustrasi biaya kesehatan.MAGNIFIC/XB100 Ilustrasi biaya kesehatan.

Biaya kesehatan menjadi salah satu tantangan terbesar

Selain risiko pasar, biaya kesehatan menjadi faktor lain yang membuat dana darurat penting bagi lansia.

Pengeluaran kesehatan dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan ketika seseorang telah memiliki perlindungan kesehatan, tetap terdapat sejumlah biaya yang mungkin tidak sepenuhnya ditanggung sehingga membutuhkan cadangan dana tambahan.

Kebutuhan tersebut dapat berupa pengobatan tertentu, perawatan jangka panjang, alat kesehatan, maupun biaya lain yang muncul secara tiba-tiba.

Karena sifatnya yang sulit diprediksi, dana darurat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menjaga stabilitas kondisi keuangan pensiunan.

Baca juga: Tinggal di Daerah Rawan Bencana, Lebih Penting Dana Darurat atau Asuransi?

Dalam konteks Indonesia yang memasuki fase aging population, isu kesehatan lansia diperkirakan akan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

Bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia berarti kebutuhan pembiayaan kesehatan juga berpotensi meningkat.

Dana darurat untuk menghindari utang

Fungsi lain dana darurat adalah sebagai alat untuk mencegah lansia dan pensiunan terjerat utang ketika menghadapi kebutuhan mendesak.

Tanpa dana cadangan, pengeluaran tak terduga berisiko dibiayai melalui pinjaman atau fasilitas kredit yang dapat menambah beban keuangan pada masa pensiun.

Baca juga: Strategi Keuangan Ideal Hadapi Risiko Bencana: Dana Darurat vs Asuransi

Keberadaan dana darurat memberi fleksibilitas lebih besar bagi pensiunan dalam menghadapi situasi mendesak tanpa harus mencari sumber pembiayaan eksternal.

Fungsi utama dana darurat bukan untuk menghasilkan keuntungan investasi yang tinggi, melainkan menyediakan likuiditas ketika dibutuhkan.

Oleh karena itu, dana tersebut umumnya ditempatkan pada instrumen yang mudah diakses.

Dana darurat adalah dana yang disisihkan atau dialokasikan untuk situasi darurat atau genting seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumah SHUTTERSTOCK/PRAPAN MANUCHON Dana darurat adalah dana yang disisihkan atau dialokasikan untuk situasi darurat atau genting seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumah

Berapa dana darurat yang dibutuhkan pensiunan?

Kebutuhan dana darurat pensiunan berbeda dengan pekerja aktif.

Baca juga: Kenapa Dana Darurat Tidak Boleh Digunakan untuk Investasi?

Jika pekerja aktif umumnya dianjurkan memiliki dana darurat beberapa bulan pengeluaran, Investopedia menyebutkan pensiunan dapat membutuhkan dana darurat yang lebih besar.

Banyak perencana keuangan merekomendasikan dana darurat setidaknya setara satu tahun biaya kebutuhan pokok.

Selain itu, sebagian ahli juga menyarankan adanya cadangan tambahan berupa aset non-saham yang dapat mencakup kebutuhan selama tiga hingga lima tahun. Tujuannya untuk memberikan perlindungan ketika terjadi gejolak pasar keuangan.

Besaran dana darurat tersebut ditentukan oleh sejumlah faktor, antara lain sebagai berikut.

Baca juga: Keliru Memahami Dana Darurat, Risiko Keuangan Mengintai

  • Besarnya pengeluaran rutin bulanan
  • Stabilitas sumber pendapatan pensiun
  • Kondisi kesehatan
  • Kepemilikan tempat tinggal, serta
  • Kebutuhan jangka panjang lainnya.

Dengan kata lain, kebutuhan dana darurat setiap lansia dapat berbeda tergantung situasi keuangannya masing-masing.

Inflasi dan umur harapan hidup yang lebih panjang

Faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah inflasi dan meningkatnya harapan hidup.

Inflasi dapat mengurangi daya beli dana pensiun dari waktu ke waktu. Karena itu, pensiunan perlu mempertimbangkan kemungkinan meningkatnya kebutuhan pengeluaran pada masa depan.

Baca juga: Tips Atur Keuangan 2026: Bangun Dana Darurat dan Lunasi Utang

Pada saat yang sama, masa pensiun kini berpotensi berlangsung lebih lama dibanding generasi sebelumnya.

Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan cadangan dana menjadi semakin penting agar pengeluaran tidak hanya mampu ditanggung dalam beberapa tahun pertama pensiun, tetapi juga dalam jangka panjang.

Investopedia juga memasukkan kebutuhan perawatan jangka panjang sebagai salah satu alasan mengapa dana darurat perlu disiapkan secara memadai oleh pensiunan.

Ketenangan finansial di tengah struktur penduduk yang menua

Selain alasan finansial, dana darurat dinilai memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai ketidakpastian.

Baca juga: Menghadapi Biaya Hidup Mahal dengan Dana Darurat, Ini Strateginya

Keberadaan dana darurat dapat membantu pensiunan menghadapi berbagai situasi tak terduga tanpa harus mengubah secara drastis gaya hidup atau rencana keuangan yang telah disusun sebelumnya.

Di Indonesia, kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan seiring perubahan struktur demografi nasional.

Hasil SUPAS 2025 menunjukkan Indonesia kini memiliki proporsi lansia sebesar 11,97 persen. Sebanyak 16 provinsi bahkan telah memiliki proporsi penduduk lansia di atas 10 persen.

BPS mencatat Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi dengan persentase lansia tertinggi sebesar 17,83 persen, disusul Jawa Timur sebesar 15,45 persen dan Bali sebesar 15,07 persen.

Baca juga: Dana Darurat Bukan Uang Dingin: Ini Perbedaan Fungsi dan Risikonya

Dengan semakin besarnya populasi lansia, isu kesiapan finansial pada masa pensiun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tantangan aging population.

Dalam konteks tersebut, dana darurat menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian karena berfungsi menjaga stabilitas keuangan ketika menghadapi biaya kesehatan, kebutuhan mendesak, maupun gejolak ekonomi yang dapat terjadi selama masa pensiun.

Tag:  #mengapa #dana #darurat #penting #bagi #lansia #aging #population

KOMENTAR