Maskapai Boleh Kenakan Fuel Surcharge, Lion Group Berupaya Jaga Harga Tiket
Ilustrasi penerbangan Lion Air delay usai penumpang teriak bawa bom di dalam pesawat.(PESELS/ Daniel Lee)
11:36
3 Juni 2026

Maskapai Boleh Kenakan Fuel Surcharge, Lion Group Berupaya Jaga Harga Tiket

Lion Group memastikan tetap mengedepankan keterjangkauan harga tiket pesawat meski pemerintah memberi ruang bagi maskapai untuk mengenakan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge.

Kebijakan tersebut muncul setelah harga avtur melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 1041 Tahun 2026.

Melalui aturan tersebut, maskapai penerbangan domestik diperbolehkan menerapkan fuel surcharge maksimal 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) kelas ekonomi.

Kebijakan itu diterbitkan sebagai respons atas kenaikan harga avtur yang mencapai rata-rata Rp 29.116 per liter.

Baca juga: Lion Group Pastikan Seluruh Mitra Hotel dan Restoran di BookCabin Telah Terverifikasi

Corporate Communications Strategic PT Lion Air atau Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan penyesuaian tarif pada industri penerbangan pada dasarnya mengikuti perkembangan biaya operasional.

Meski begitu, Lion Group memastikan tetap beroperasi sesuai koridor regulasi pemerintah.

“Untuk tarif penerbangan, tentu kami menyesuaikan dengan biaya operasional yang ada. Namun kami tetap berada dalam koridor aturan yang ditetapkan regulator dan terus berupaya memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Danang di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Danang mengatakan perusahaan memahami masyarakat masih membutuhkan akses transportasi udara yang terjangkau.

Kebutuhan tersebut mencakup perjalanan wisata, bisnis, pendidikan, hingga perjalanan keluarga.

Karena itu, strategi Lion Group tidak hanya berfokus pada penyesuaian tarif.

Perusahaan juga menghadirkan berbagai program promosi untuk menjaga daya beli pelanggan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui BookCabin Travel Fair.

Ajang ini digelar secara bertahap di sejumlah kota besar di Indonesia.

Lion Group menawarkan berbagai promo perjalanan melalui ajang tersebut.

Promo itu mencakup harga tiket khusus, cashback Cabin Points, hingga program tiket gratis pada waktu tertentu.

Baca juga: Lion Optimistis Pertumbuhan Segmen LCC Tembus 25 Persen pada 2026

Danang menilai program promosi menjadi instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan permintaan perjalanan.

Strategi tersebut dilakukan saat industri penerbangan memasuki periode low season atau musim sepi.

“Dalam operasional penerbangan, kami menghadapi dua siklus, yaitu low season dan high season. Saat ini kami berada pada periode low season, sehingga tingkat keterisian penumpang atau load factor secara alami mengalami penyesuaian,” ujarnya.

“Karena itu, BookCabin Travel Fair kami hadirkan sebagai solusi agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan lebih awal dengan harga yang lebih terjangkau,” tambah dia.

Danang menegaskan berbagai program diskon dalam travel fair tidak dipandang sebagai beban terhadap kinerja perusahaan.

Sebaliknya, strategi tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan permintaan dan memperbaiki tingkat keterisian kursi menjelang musim liburan.

“Kami optimistis BookCabin Travel Fair akan meningkatkan minat masyarakat untuk bepergian. Ketika permintaan meningkat, maka load factor juga akan naik dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan,” ujar Danang.

Lion Group menilai peningkatan mobilitas masyarakat tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan.

Mobilitas masyarakat juga dapat memberi efek berganda terhadap sektor lain, terutama pariwisata, perhotelan, restoran, dan usaha daerah.

“Kami berharap peningkatan perjalanan masyarakat dapat ikut menggerakkan roda perekonomian daerah. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda, sehingga peningkatan konektivitas dan mobilitas akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi sektor pariwisata maupun bisnis lainnya,” katanya.

Lion Group bersama BookCabin melakukan roadshow Travel Fair di empat kota besar sepanjang 2026 untuk mendukung target tersebut.

Kegiatan ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pilihan perjalanan.

Program tersebut juga diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan industri penerbangan nasional di tengah tantangan kenaikan biaya operasional.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk bepergian dengan nyaman, aman, dan sesuai kemampuan anggaran mereka. Itu yang terus kami upayakan melalui berbagai program yang kami hadirkan,” tegas Danang.

Tag:  #maskapai #boleh #kenakan #fuel #surcharge #lion #group #berupaya #jaga #harga #tiket

KOMENTAR