Harga Minyak Naik 2 Persen Rabu Sore, Negosiasi Damai AS-Iran Lambat
- Harga minyak dunia hingga Rabu (3/6/2026) sore tetap naik.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 2,3 dollar AS (Rp 41.285) atau 2,4 persen, menjadi 98,30 dollar AS (Rp 1,76 juta) per barrel pada pukul 08.41 GMT (15.41 WIB). Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,34 dollar AS (Rp 41.385) atau 2,5 persen menjadi 96,10 dollar AS (Rp 1,72 juta) per barrel.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Pasar Tunggu Kepastian Trump
Kenaikan harga minyak disebabkan lambatnya negosiasi AS-Iran mengenai pengakhiran perang.
Sebab, militer AS baru-baru ini melancarkan serangan ke Pulau Qeshm dan Iran meluncurkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain.
"Berhentinya negosiasi AS-Iran dan peringatan badan energi internasional (IEA) tentang tingkat stok global yang sangat rendah menambah lapisan risiko pada premi harga acuan," jelas analis senior LSEG Emril Jamil dikutip dari Reuters, Rabu.
Baca juga: Trump Sebut Negosiasi Iran Membosankan, Harga Minyak Langsung Melonjak
IEA memperingatkan jika persediaan minyak global terancam ke tahap kritis ketika musim panas berada pada puncaknya.
Stok yang tak mencukupi berefek buruk pada keberlangsungan perekonomian global.
Investor khawatir
Para investor saat ini khawatir jika konflik terus menerus berlangsung, jalur pelayaran utama terganggu karena ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menipis.
"Seiring meningkatnya ketidakpastian, para pedagang semakin beralih ke minyak mentah sebagai lindung nilai terhadap potensi gangguan," lapor The Sunday Guardian, Rabu.
Ketegangan di Teluk Arab mendorong harga minyak melambung tinggi, investor memandang secara cermat pergerakan mata uang serta ekuitas global apakah masih relevan untuk saat ini.
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak
"Harga minyak melanjutkan kenaikannya pada hari Rabu karena investor bereaksi terhadap meningkatnya ketidakpastian seputar negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat," jelasnya.
Sebelumnya, negosiasi dikatakan berjalan baik sehingga pasar mempercayai gencatan senjata berujung perdamaian.
Negosiasi kehilangan momentum
Kepala Riset di pialang forex dan CFD global Pepperstone, Chris Weston, pesimis negosiasi menghasilkan solusi positif.
Kedua belah pihak duduk di meja negosiasi dengan saling curiga.
Baca juga: Uni Eropa Pertimbangkan Bekukan Batas Harga Minyak Rusia
"Situasinya terlihat lebih genting (sekarang). Ini menunjukkan bahwa orang-orang kembali ke meja negosiasi dengan ruang lingkup yang lebih kecil untuk menyelesaikan hal itu, dan saya pikir kita melihat beberapa taruhan tersebut dibatalkan," katanya.
Yang terjadi selanjutnya dan paling dekat ialah konflik AS-Iran mempengaruhi pergerakan mata uang di seluruh dunia disamping kenaikan harga minyak membuat dunia mengalami ketidakpastian.
Baca juga: Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz Berpotensi Sulit Pulih Sepenuhnya
Tag: #harga #minyak #naik #persen #rabu #sore #negosiasi #damai #iran #lambat