IHSG Anjlok 4 Persen, Asing Jual Bersih Rp 864 Miliar
Aksi jual investor asing membebani pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu (3/6/2026).
Di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,11 persen ke level 5.941, investor asing membukukan jual bersih atau net sell senilai Rp 864 miliar.
Derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG terkoreksi 254 poin dan menembus level psikologis 6.000.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 254 Poin ke 5.941, AMMN Paling Merana
Ilustrasi IHSG
Tekanan jual terbesar terjadi pada saham perbankan dan sejumlah saham yang terdampak rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan penjualan bersih terbesar oleh investor asing, mencapai Rp 686 miliar.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga tidak luput dari tekanan dengan net sell asing sebesar Rp 428 miliar.
Di posisi berikutnya ada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang mencatat penjualan bersih Rp 361 miliar.
Baca juga: IHSG Babak Belur Dihantam Aksi Jual Saham Eks-MSCI
Investor asing juga melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 183 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 106 miliar.
Meski secara agregat mencatatkan net sell, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham berbasis komoditas.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih atau net buy Rp 240 miliar.
Lalu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat net buy Rp 112 miliar, disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 103 miliar.
ilustrasi IHSG turun, IHSG hari ini.
Baca juga: Ini Top Losers Saat IHSG Sesi I Ditutup Merosot 305 Poin ke Level 5.889
Investor asing juga membukukan pembelian bersih pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 96 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 87 miliar.
Untuk diketahui, IHSG ditutup ambruk 4,11 persen atau terkoreksi 254,36 poin ke level 5.941,066, setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 5.841,996.
Sejak awal perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona merah dan tidak mampu keluar dari tekanan hingga akhir sesi.
Indeks dibuka pada posisi 6.207,102 dan sempat menyentuh area tertinggi di 6.213,801.
Baca juga: IHSG Terjun ke Bawah 5.900, Saham Konglomerasi Jadi Biang Kerok
Namun, derasnya aksi jual membuat IHSG terus melorot hingga menembus angka psikologis 6.000.