BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS
ilustrasi rupiah. (thikstockphotos)
13:28
4 Juni 2026

BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS

- Bank Indonesia (BI) menyebut pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp 18.000 per dollar AS dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan memicu arus modal keluar dari negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

"Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai," ujar Destry dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Dollar Hari Ini Tembus Rp 18.000, Ini Penyebab Rupiah Terpuruk ke Level Terendah

Selain faktor eksternal, Destry mengungkapkan, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari tingginya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

Hal itu sejalan dengan pola repatriasi dividen perusahaan dan pembayaran utang luar negeri (ULN) yang meningkatkan permintaan terhadap dollar AS.

Meski demikian, BI memastikan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

Salah satunya dengan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan baik dan pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia.

Baca juga: Rupiah Terpuruk ke Rekor Terendah, Cek Kurs Dollar AS di Bank-bank Besar

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya," ucapnya.

Intervensi tersebut dilakukan secara berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar lainnya terus dilakukan secara intensif," kata Destry.

ilustrasi rupiah dollar AS, dolar hari ini. Dolar ke rupiah. Dollar ke rupiah. Rupiah ke dollar. 1 dolar berapa rupiah hari ini.ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan ilustrasi rupiah dollar AS, dolar hari ini. Dolar ke rupiah. Dollar ke rupiah. Rupiah ke dollar. 1 dolar berapa rupiah hari ini.

Di sisi lain, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dollar AS, Ekonom Ungkap Penyebab Utamanya

Saat ini kerja sama tersebut telah terjalin dengan China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

"Diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini terus mengalami peningkatan di bulan April mencapai sekitar 22,7 miliar dollar AS vs full year tahun lalu yang sekitar 25,7 miliar dollar AS," tuturnya.

Berdasarkan data BI, pelemahan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara-negara di kawasan.

Baca juga: IHSG Anjlok 1,3 Persen Pagi Ini, Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dollar AS

Secara year to date (ytd), rupiah tercatat melemah 7,44 persen.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level yang memadai, yakni sebesar 146,2 miliar dollar AS pada akhir April 2026, sehingga dinilai mampu mendukung upaya stabilisasi nilai tukar dan menjaga ketahanan sektor eksternal.

Tag:  #ungkap #penyebab #rupiah #tembus #18000 #dollar

KOMENTAR