Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen
Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Makhruzi Rahman meninjau penanganan pascabencana banjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (4/6/2026). (DOK. Humas Kemendagri)
12:38
5 Juni 2026

Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

- Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Makhruzi Rahman meninjau penanganan pascabanjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kamis (4/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Makhruzi menemukan sejumlah persoalan yang masih menghambat proses pemulihan, mulai dari pendangkalan sungai akibat endapan lumpur, tumpukan sampah dan limbah kayu, keterbatasan akses air bersih, hingga sistem drainase yang belum berfungsi optimal.

Menurutnya, kondisi di kedua gampong tersebut semakin berat karena banjir susulan terjadi berulang kali setelah bencana utama.

“Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur. Kami diminta membantu membuka akses tersebut, dan memang sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan. Ini tentu membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Makhruzi menilai, upaya penanganan tidak cukup hanya dilakukan dalam jangka pendek. Pemerintah juga perlu memperkuat infrastruktur pengendali banjir untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Baca juga: Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Menurutnya, pendangkalan sungai dan jebolnya tanggul menjadi faktor utama yang menyebabkan banjir terus berulang di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, ia berharap kerusakan bantaran sungai dapat menjadi perhatian bersama, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), agar segera dilakukan penanganan permanen.

“Tanah hasil galian dari rumah warga sementara bisa dimanfaatkan sebagai tanggul darurat. Namun, ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman,” kata Tito.

Selain meninjau kondisi lapangan, Makhruzi juga memastikan dukungan BNPP RI dalam percepatan pemulihan di Kabupaten Pidie Jaya terus berjalan.

Bantuan yang diberikan mencakup pembersihan jalan umum, pembukaan akses jalan yang tertutup lumpur, serta pembersihan sampah dan limbah sisa banjir.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.

Baca juga: Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses pemulihan di wilayah terdampak berjalan secara terpadu, cepat, dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, BNPP RI mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck, serta melibatkan warga setempat dalam proses pembersihan dan perbaikan akses.

Selain itu, dukungan tambahan berupa pengoperasian ekskavator dan dump truck selama lima hari serta penggunaan mesin pemotong kayu juga disiapkan guna mempercepat proses pemulihan.

Makhruzi menegaskan, BNPP RI akan terus bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Baca juga: Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Tag:  #sekretaris #bnpp #tinjau #banjir #pidie #jaya #dorong #pembangunan #tanggul #permanen

KOMENTAR