Menguat, Rupiah Pagi Masih di Atas Rp 18.000 Per Dollar AS
Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)
10:16
5 Juni 2026

Menguat, Rupiah Pagi Masih di Atas Rp 18.000 Per Dollar AS

- Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat pada awal perdagangan Jumat (5/6/2026), meski sempat dibuka di zona merah.

Sejumlah pengamat pun memperkirakan rupiah bakal melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini.

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah di level Rp 18.052 per dollar AS.

Namun pada pukul 09.25 WIB rupiah ke level Rp 18.017, menguat 31,5 poin atau 0,17 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah pada hari ini akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Baca juga: Dampak Rupiah Rp 18.000, Indef : Tagihan Impor Minyak Bisa Bertambah Rp 225,08 T

"Untuk perdagangan besok (Jumat), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.050- Rp 18.120," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Ibrahim menjelaskan, tekanan terhadap rupiah masih berasal dari sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor memburu aset safe haven seperti dollar AS.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve).

"Investor tetap berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah," kata dia.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pasar masih mencermati dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal dan neraca eksternal Indonesia.

Kekhawatiran juga muncul seiring meningkatnya biaya impor minyak yang berpotensi menekan surplus perdagangan.

Inflasi Mei 2026 yang naik menjadi 3,08 persen juga turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Selain itu, pasar masih menunggu kepastian terkait evaluasi status pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat Moody's memberikan peringkat Baa2 kepada PT Danantara Investment Management dengan outlook negatif, yang dinilai mencerminkan adanya sejumlah risiko yang masih diperhatikan investor.

Sementara Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp 18.000-18.100 per dollar AS.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah namun terbatas terhadap dollar AS," ucap Lukman, Jumat.

Menurutnya, indeks dollar AS saat ini cenderung bergerak datar karena pasar menerima sinyal yang beragam terkait perkembangan konflik di Timur Tengah.

Di satu sisi muncul harapan tercapainya perdamaian, namun di sisi lain investor masih memilih bersikap wait and see menjelang rilis data ketenagakerjaan AS atau non-farm payrolls (NFP) yang akan diumumkan pada Jumat malam waktu Indonesia.

Selain itu, ia menilai sentimen risk-off di pasar global akibat aksi jual saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Sedangkan sentimen domestik masih sama, belum ada katalis maupun perkembangan baru yang positif," tuturnya.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dollar AS, Efek Berantai hingga ke Meja Makan

Tag:  #menguat #rupiah #pagi #masih #atas #18000 #dollar

KOMENTAR