Perbankan Tersungkur, IHSG Sesi I Anjlok 2,54 Persen
– Tekanan jual masih membayangi pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,53 persen ke level 5.692 pada perdagangan Jumat (5/6/2026).\n\nPelemahan indeks terjadi meski sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatat penguatan signifikan.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melonjak 13,5 persen, sementara saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 5,6 persen.\n\nNamun, kenaikan kedua saham tersebut belum mampu mengimbangi tekanan yang datang dari saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo.\n\nSaham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 5,5 persen, sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 4,1 persen.
Koreksi pada sektor perbankan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyeret IHSG ke zona merah. Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak negatif.
Baca juga: IHSG Merah, Saham ANTM, MDKA, dan AMMN Menghijau
Hanya sektor bahan baku atau IDX Basic yang masih mampu bertahan di zona hijau.\n\nSebaliknya, tekanan terdalam terjadi pada sektor transportasi dan logistik yang tecermin pada pelemahan IDX Transportation.
Selain itu, sektor keuangan juga mengalami penurunan.\n\nBerdasarkan data BEI, IHSG sempat dibuka di area 5.846,491 dan bergerak dalam rentang 5.673,926 hingga 5.860,671.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks terus berada di zona merah dan bahkan menyentuh angka terendah di 5.673,926, sebelum sedikit memangkas pelemahannya.\n\nAksi jual terjadi secara luas di mayoritas saham yang diperdagangkan.
Dari total saham yang bergerak, 588 saham menurun, jauh lebih banyak dibandingkan 111 saham yang menguat.
Sementara itu, 109 saham bergerak stagnan.\n\nAdapun, nilai transaksi mencapai Rp 21,09 triliun dengan volume perdagangan 25,26 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,32 juta kali transaksi.\n\nPelemahan IHSG turut memangkas nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 10.038,9 triliun.\n\nSentimen negatif tidak hanya terjadi di pasar domestik.
Mayoritas bursa saham utama Asia juga bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Bursa Seoul dan Tokyo memimpin penurunan di kawasan setelah sektor teknologi kembali mengalami tekanan, mengikuti pelemahan yang terjadi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.