OPEC+ Tambah Produksi 188.000 Barel per Hari Mulai Juli 2026
Ilustrasi kilang minyak.(Unsplash/Raff Liu)
07:24
8 Juni 2026

OPEC+ Tambah Produksi 188.000 Barel per Hari Mulai Juli 2026

, OPEC+ kembali menyetujui kenaikan target produksi minyak untuk keempat kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

Keputusan itu diambil pada Minggu (7/6/2026), saat perang antara Amerika Serikat atau AS dan Iran masih mengganggu pasokan minyak global.

OPEC+ merupakan kelompok yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries, OPEC, dan negara produsen sekutu, termasuk Rusia.

Perang AS-Iran telah memangkas aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia. Gangguan tersebut menciptakan krisis pasokan besar.

Sejumlah anggota utama OPEC+, termasuk Arab Saudi, tidak dapat memenuhi pasokan kepada pelanggan secara penuh sejak akhir Februari.

Tekanan terhadap OPEC+ juga bertambah setelah Uni Emirat Arab keluar dari OPEC setelah hampir 60 tahun menjadi anggota.

Baca juga: Faktor Ekonomi Jadi Alasan UEA Tinggalkan OPEC setelah 58 Tahun

Target naik, produksi riil turun

Tujuh anggota inti OPEC+ sebelumnya sudah menaikkan kuota produksi hampir 600.000 barel per hari sejak April sampai Juni.

Meski target dinaikkan, produksi riil kelompok ini justru turun tajam akibat pemangkasan ekspor dari anggota Teluk.

Berdasarkan data OPEC, produksi rata-rata kelompok tersebut mencapai 33,19 juta barel per hari pada April.

Angka ini turun dari 42,77 juta barel per hari pada Februari.

Pada Minggu, tujuh anggota OPEC+ memutuskan menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli.

OPEC menyampaikan keputusan itu dalam pernyataan resminya.

Besaran kenaikan tersebut sama dengan target Juni.

Angkanya lebih rendah dibandingkan kenaikan bulanan 206.000 barel per hari pada Mei dan April, setelah disesuaikan dengan keluarnya Uni Emirat Arab.

Baca juga: UEA Keluar dari OPEC, Dominasi Arab Saudi Dipertanyakan

Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak mengatakan, kuota produksi minyak Irak akan naik 26.000 barel per hari mulai Juli berdasarkan kesepakatan tersebut.

“Peningkatan produksi OPEC+ tidak berarti banyak selama Selat Hormuz tetap tertutup,” kata Jorge Leon, analis Rystad sekaligus mantan pejabat OPEC.

“Ketika Selat Hormuz dibuka kembali, pasar dapat bergerak sangat cepat dari kekhawatiran akan kekurangan menjadi kekhawatiran akan kelebihan pasokan,” lanjut dia.

Harga minyak pada Jumat turun ke sekitar 93 dollar AS per barel.

Dengan kurs Rp 18.035 per dollar AS, nilai itu setara sekitar Rp 1,68 juta per barel.

Penurunan terjadi karena pedagang mulai menilai konflik baru antara AS dan Iran makin kecil kemungkinan terjadi.

Sebelum perang dimulai, harga minyak berada dekat 72 dollar AS per barel.

Nilai tersebut setara sekitar Rp 1,30 juta per barel.

Pemangkasan produksi 2023 hampir selesai dikembalikan

Kenaikan produksi oleh tujuh negara tersebut menjadi bagian dari pengembalian bertahap pemangkasan produksi 1,65 juta barel per hari.

Pemangkasan itu disepakati pada 2023.

Saat kesepakatan dibuat, Uni Emirat Arab masih menjadi bagian dari kelompok tersebut.

Reuters menghitung, mulai Juli tujuh negara itu masih memiliki sisa pemangkasan sekitar 567.000 barel per hari untuk dikembalikan ke pasar.

Perhitungan itu sudah memperhitungkan keluarnya Uni Emirat Arab mulai 1 Mei.

Artinya, sisa pemangkasan itu dapat sepenuhnya dikembalikan pada akhir September jika OPEC+ tetap menaikkan produksi sekitar 188.000 barel per hari pada Agustus dan September.

Tujuh anggota OPEC+ yang bertemu pada Minggu adalah Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.

Dalam beberapa tahun terakhir, keputusan kebijakan produksi OPEC+ hanya melibatkan tujuh negara tersebut ditambah Uni Emirat Arab saat negara itu masih menjadi anggota.

Pada pertemuan terpisah yang dihadiri seluruh anggota OPEC+, para menteri tidak mengubah kebijakan produksi kelompok yang berlaku hingga akhir 2026.

OPEC+ juga sedang meninjau kapasitas produksi minyak para anggotanya.

Hasil penilaian tersebut akan digunakan sebagai dasar penetapan garis dasar produksi 2027, yang menjadi acuan kuota.

Kelompok tersebut menegaskan pentingnya penyelesaian penilaian kapasitas produksi itu.

Tag:  #opec #tambah #produksi #188000 #barel #hari #mulai #juli #2026

KOMENTAR