Trump Mau Beli Kepulauan Chagos, Tak Mau Jatuh ke Tangan Mauritius
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan rencana untuk membeli Kepulauan Chagos.
Pejabat AS telah menyusun proposal yang memungkinkan Washington melewati Inggris dan membuat kesepakatan sendiri untuk mengambil kendali atas Diego Garcia, pangkalan militer strategis Inggris-AS yang berada di kepulauan tersebut.
Hal itu berpotensi menggagalkan rencana Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk menyerahkan kedaulatan wilayah tersebut kepada Mauritius, sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: AS Diizinkan Pakai Pangkalan Inggris di Chagos untuk Hancurkan Rudal Iran
Washington cari alternatif untuk pertahankan Diego Garcia
Rencana pembelian Kepulauan Chagos disebut sebagai salah satu dari sejumlah opsi yang disusun pemerintahan Trump untuk memberikan alternatif terhadap rencana Keir Starmer.
Rencana Inggris sebelumnya akan menyerahkan kendali Kepulauan Chagos kepada Mauritius, negara yang memiliki hubungan dekat dengan China dan Iran.
Seorang pejabat AS yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada The Telegraph bahwa Gedung Putih telah melakukan diskusi rutin dengan Downing Street mengenai upaya memastikan masa depan Diego Garcia.
Meski pembelian kepulauan tersebut bukan solusi utama yang diprioritaskan Washington, gagasan itu disebut telah dibahas langsung dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang kemudian membawa isu tersebut kepada Presiden Trump.
Perang Iran dan kekuatan Laut China jadi pertimbangan
Warga Iran mengibarkan bendera negara saat menghadiri pemakaman para komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel, di Lapangan Enghelab, Teheran, 11 Maret 2026.
Meningkatnya ketegangan akibat perang di Iran serta perkembangan kekuatan angkatan laut China kembali memunculkan seruan agar negara-negara besar mempertahankan jaringan pangkalan militer strategis di berbagai wilayah dunia.
Lokasi Diego Garcia dinilai sangat penting karena memungkinkan Iran berada dalam jangkauan serangan dan mendukung operasi pesawat pengebom jarak jauh sepanjang waktu, termasuk misi serangan ke Teheran menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit.
Sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump khawatir bahwa menyerahkan kendali wilayah tersebut kepada Mauritius yang memiliki hubungan dengan China dapat membuka peluang bagi aktivitas mata-mata melalui jalur laut.
Para pejabat dalam beberapa bulan terakhir juga menekankan pentingnya Kepulauan Chagos, terutama karena adanya kemampuan rahasia tingkat tinggi di pangkalan tersebut.
Ben Judah, mantan penasihat khusus David Lammy saat menjabat menteri luar negeri Inggris, mengatakan kepada The Telegraph, “Pangkalan udara ini memiliki fasilitas yang sangat rahasia dan sangat sensitif di sana, yang sangat penting bagi kemampuan Inggris untuk melakukan sesuatu di dunia."
"Begitu Anda memahami apa itu, Anda masuk ke dalam logika negara dalam Inggris, yaitu bahwa kita harus mempertahankan akses terhadap hal ini dengan segala cara. Kita tidak akan pernah bisa mereplikasinya jika harus melakukannya sendiri," imbuhnya.
Belum ada Harga untuk Pembelian Chagos
Belum ada pembahasan mengenai harga untuk membeli Kepulauan Chagos.
Sebelumnya, Inggris berencana menyerahkan kepulauan tersebut kepada Mauritius dan kemudian membayar sekitar 35 miliar pound sterling atau sekitar 46,7 miliar dolar AS untuk menyewa kembali pangkalan militer Diego Garcia selama 99 tahun.
Jika Washington ingin mengambil alih kepemilikan kepulauan itu, AS terlebih dahulu harus membiarkan kesepakatan Inggris-Mauritius berjalan, kemudian melakukan negosiasi langsung dengan Mauritius setelah kedaulatan wilayah berpindah.
Trump awalnya mendukung rencana Keir Starmer tersebut, tetapi kemudian berubah sikap setelah perdana menteri Inggris itu menolak penggunaan Diego Garcia oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran pada awal perang.
Baca juga: Mengapa AS Butuh Kepulauan Chagos untuk Serang Iran?
Trump kritik keras rencana Inggris
Pemerintahan Partai Buruh Inggris sebelumnya berharap dapat meloloskan undang-undang untuk menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius pada 2025.
Namun, kesepakatan tersebut tidak dapat diratifikasi dan kepulauan itu belum bisa dialihkan tanpa persetujuan AS.
Dalam beberapa pernyataan publik awal tahun ini, Trump mengecam rencana tersebut sebagai tindakan lemah dan “kebodohan besar”. Ia juga mengatakan bahwa Starmer “kehilangan kendali atas pulau penting ini”, merujuk pada Diego Garcia.
Dalam wawancara dengan The Telegraph pada 2 Maret, Trump mengatakan bahwa dirinya “sangat kecewa” kepada Perdana Menteri Inggris karena menghalangi penggunaan pulau tersebut untuk menyerang Iran.
Sejak saat itu, Trump berulang kali menyerang Starmer, menyebutnya “bukan Winston Churchill” dan menudingnya bertanggung jawab atas kemunduran hubungan khusus antara Inggris dan AS.
Inggris tetap bergantung pada persetujuan AS
Inggris juga masih bergantung pada AS untuk mengubah pertukaran surat pada dekade 1960-an dan 1970-an yang menjadi dasar hukum perjanjian berbagi pangkalan Diego Garcia.
Sementara itu, Mauritius selama bertahun-tahun menantang kepemilikan Inggris atas Kepulauan Chagos melalui pengadilan internasional.
Para menteri Inggris sebelumnya memperkirakan Mahkamah Internasional akan segera mengeluarkan keputusan mengikat terkait pengalihan kepemilikan wilayah tersebut.
Hamish Falconer, Menteri Inggris untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan pada Mei bahwa tidak ada skenario Washington dapat membeli kepulauan itu.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Inggris “berkomitmen pada kesepakatan yang telah kami buat”.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada The Telegraph, “Kami tetap melakukan diskusi rutin dengan sekutu Inggris kami saat kami bekerja sama untuk menjaga kelangsungan Diego Garcia sebagai platform keamanan regional.”
Baca juga: Jaga-jaga untuk Serang Iran, AS Larang Inggris Lepas Kepulauan Chagos
Tag: #trump #beli #kepulauan #chagos #jatuh #tangan #mauritius