Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Israel Kembali Serang Lebanon
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan desa Jbaa di Lebanon selatan pada 4 Desember 2025. Militer Israel mengatakan akan menyerang apa yang disebutnya sebagai infrastruktur militer Hezbollah di Lebanon selatan dan memperingatkan penduduk di dua desa untuk segera mengungsi.(AFP/MAHMOUD ZAYYAT)
07:44
8 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Israel Kembali Serang Lebanon

 Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dollar AS per barel pada perdagangan awal Asia, Senin (8/6/2026).

Kenaikan terjadi setelah Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon, meski kedua negara telah menyepakati gencatan senjata.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran pasar. Konflik Timur Tengah dinilai berisiko kembali memanas dan menghambat upaya pembukaan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Baca juga: OPEC+ Tambah Produksi 188.000 Barel per Hari Mulai Juli 2026

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 2,33 dollar AS atau 2,5 persen menjadi 95,42 dollar AS per barrel.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga naik 2,10 dollar AS atau 2,32 persen menjadi 92,64 dollar AS per barrel.

Kenaikan tersebut menghapus sebagian besar pelemahan harga pada Jumat pekan lalu.

Saat itu, pasar sempat optimistis ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mereda.

Serangan terbaru Israel dinilai menjadi hambatan baru bagi upaya tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Serangan itu juga menambah ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur utama perdagangan energi global.

Iran sebelumnya menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai salah satu syarat untuk menyepakati perdamaian dengan AS.

Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan Israel di Beirut yang menargetkan kelompok Hizbullah.

Baca juga: Harga Minyak Belum Tembus 200 Dollar AS Meski Pasokan Terguncang

Presiden AS Donald Trump mengatakan, akan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.

Konflik antara Israel dan Lebanon kembali meningkat setelah Israel menginvasi Lebanon pada Maret lalu.

Invasi itu terjadi setelah serangan roket dan drone yang diluncurkan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran.

Pada 3 Juni 2026, Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata setelah melalui perundingan di Washington.

Namun, serangan terbaru pada akhir pekan kembali menguji kesepakatan tersebut.

Ketidakpastian pasokan energi juga masih membayangi pasar.

Iran masih membatasi sebagian besar lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Saat krisis pasokan masih berlangsung, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu kemarin menyepakati kenaikan produksi minyak.

Keputusan itu menjadi kenaikan produksi keempat dalam empat bulan terakhir.

Meski demikian, sejumlah analis menilai tambahan produksi tersebut tidak akan banyak memengaruhi pasokan global.

Sebab, sebagian besar anggota OPEC+ masih kesulitan memenuhi target produksi mereka.

Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy Jorge Leon menilai dampak fisik dari keputusan peningkatan produksi tersebut sangat terbatas.

"Dalam kondisi pasar saat ini, dampak nyata dari keputusan tersebut terhadap pasokan fisik hampir mendekati nol," kata Leon dalam catatannya.

Tag:  #harga #minyak #dunia #melonjak #usai #israel #kembali #serang #lebanon

KOMENTAR