Dirgantara Turki Lirik Kertajati Jabar Jadi Pusat Perakitan Pesawat
Pelaksanaan Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 di Bandung. (Dok IAEF 2026)
10:24
10 Juni 2026

Dirgantara Turki Lirik Kertajati Jabar Jadi Pusat Perakitan Pesawat


Perusahaan kedirgantaraan asal Turki membidik wilayah Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk dijadikan pusat manufaktur dan perakitan (assembly) komponen pesawat terbang.

Langkah strategis ini diperkirakan bisa memperkuat ekosistem industri dirgantara nasional agar lebih terintegrasi dan berdaya saing di kancah internasional.

Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro, mengungkapkan pihaknya sedang memetakan sejumlah wilayah potensial di Indonesia untuk merealisasikan rencana ekspansi perusahaan.

Dari beberapa opsi yang ada, kawasan Kertajati muncul sebagai salah satu kandidat kuat.

Baca juga: AHY: Kertajati Siap Jadi Hub Industri Dirgantara Nasional

“Saat ini kita ada beberapa pilihan (daerah), belum diputuskan. Mungkin teman-teman juga sudah dengar cerita mengenai GMF yang diberikan fasilitas di Kertajati, ke depannya juga mungkin arahnya akan ke sana," ujar Adi dalam rilisnya, Rabu (10/6/2026).

Melalui penjajakan ini, PT Turkish Aerospace Indonesia mendorong kolaborasi lintas sektor demi memperkokoh posisi Indonesia di dalam rantai pasok (supply chain) industri kedirgantaraan global.

Apalagi secara SDM, Bandung memiliki sejarah dan kemampuan yang mumpuni. Misalnya keberadaan jurusan kedirgantaraan di perguruan tinggi Bandung.

Potensi tersebut turut menjadi pertimbangan bagi Turkish Aerospace (TUSA?) ketika memilih Indonesia sebagai salah satu pusat strategis di Asia Tenggara untuk mendukung kebutuhan global di bidang engineering services pada tahun 2022.

Baca juga: Kembangkan Pemeliharaan Pesawat, Republik Aero Dirgantara Gandeng Secamic Perancis

Komitmen itu diwujudkan melalui pendirian PT Turkish Aerospace Indonesia yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kemitraan industri di kawasan.

Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSA?), Emrah Ekri, menilai Indonesia memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pengembangan industri dirgantara.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global,” katanya.

Baca juga: Potensi Kanada Bidik Tambang dan Dirgantara Indonesia Pasca CEPA

Kolaborasi Strategis Lewat IAEF 2026

Upaya penguatan posisi Indonesia di pasar global ini juga dibahas secara mendalam dalam ajang Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 yang digelar di Bandung.

IAEF 2026 menjadi wadah yang mempertemukan berbagai elemen penting yakni pelaku industry dirgantara, pemerinrah dan akademisi, serta institusi pendukung hingga mitra internasional.

Kehadiran para pemangku kepentingan utama, seperti Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, hingga PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), mencerminkan komitmen bersama yang kuat dalam memajukan industri ini.

Dalam pertemuan tersebut diungkapkan Indonesia dinilai memiliki modal fondasi yang kuat untuk memanfaatkan momentum kebutuhan dunia akan pesawat.

Yakni kapasitas manufaktur dalam negeri yang terus berkembang pesat, ketersediaan SDM yang kompetitif di bidang teknologi. Kemudian semakin banyaknya perusahaan nasional yang mampu memenuhi standar ketat industri berteknologi tinggi.

Tag:  #dirgantara #turki #lirik #kertajati #jabar #jadi #pusat #perakitan #pesawat

KOMENTAR