Laba ANTM 2025 Melonjak 106 Persen, Ini Tiga Mesin Pertumbuhannya
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan hasil RUPST Tahun Buku 2025 yang menyetujui pembagian dividen Rp 5,04 triliun serta perubahan susunan pengurus perusahaan.(DOK ANTAM)
20:28
10 Juni 2026

Laba ANTM 2025 Melonjak 106 Persen, Ini Tiga Mesin Pertumbuhannya

- Emiten tambang anggota MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), mengungkapkan ada tiga faktor utama yang mendorong lonjakan laba bersih perseroan pada 2025 hingga tumbuh 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (10/6/2026), pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara itu, sebesar Rp 2,16 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan proyek strategis perusahaan. 

RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk perubahan susunan pengurus serta rencana perseroan menerima penugasan pemerintah dalam percepatan hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. 

Baca juga: RUPST Antam (ANTM) Setujui Dividen Rp 5,04 Triliun dari Laba 2025

Di balik berbagai keputusan tersebut, manajemen Antam mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi pendorong utama lonjakan laba perseroan sepanjang 2025.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Antam Handi Sutanto mengatakan pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan produksi dan penjualan komoditas utama, penguatan harga komoditas, serta efisiensi biaya yang dijalankan secara konsisten.

"Kombinasi antara top line, pertumbuhan volume penjualan, baik kuantitas, harga yang rally-nya kuat, dan juga cost efficiency yang kami disiplinkan secara internal," ujar Handi dalam konferensi pers usai RUPST Antam.

Baca juga: Permintaan Mineral Kritis Naik, Industri Nikel RI Didorong Lebih Berkelanjutan

Menurut Handi, bisnis nikel menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan. Produksi nikel Antam meningkat 62 persen, sementara penjualannya tumbuh 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi kegiatan pertambangan dan pemanfaatan rencana kerja yang diperoleh perusahaan, di tengah tingginya kebutuhan bahan baku hilirisasi dalam negeri, khususnya untuk industri stainless steel.

Kinerja serupa juga terjadi pada bisnis bauksit. Antam mencatat peningkatan produksi hingga 112 persen dan kenaikan penjualan sebesar 157 persen secara tahunan.

Baca juga: Investasi Hilirisasi Tembus Rp 147,5 Triliun, Nikel Jadi Penopang Utama

Selain itu, bisnis emas tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan perusahaan. Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas turut mendorong peningkatan permintaan domestik

Handi mengatakan Antam juga berfokus menjaga efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global

"Harga itu tidak bisa kami kontrol, tetapi cost bisa kami kontrol," kata dia

Berdasarkan hasil RUPST, Antam membukukan laba bersih sebesar Rp 7,92 triliun pada 2025 atau naik 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun atau meningkat 22 persen secara tahunan. 

Baca juga: BUMN Ekspor Hadir, Saham PTBA hingga ANTM Bisa Ketiban Cuan

Tag:  #laba #antm #2025 #melonjak #persen #tiga #mesin #pertumbuhannya

KOMENTAR