HSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi, Investor Ambil Untung, Cermati AMMN, WIFI dan PGAS
Ilustrasi saham, pergerakan saham. (SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O)
06:52
11 Juni 2026

HSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi, Investor Ambil Untung, Cermati AMMN, WIFI dan PGAS

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkoreksi pada perdagangan Kamis (11/6/2026), setelah indeks melonjak dua hari berturut-turut.

IHSG pada perdagangan Rabu (10/6/2026) berhasil mempertahankan tren penguatan hingga akhir perdagangan dan ditutup melonjak 2,71 persen ke level 5.902,376. Pada hari sebelumnya, indeks naik 7,57 persen atau naik 404 poin ke area 5.746,64.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai investor akan melakukan aksi ambil untung alias profit taking seiring reli yang telah membawa IHSG menguat dua hari terakhir. Kondisi tersebut membuat pergerakan indeks rentan mengalami tekanan jangka pendek.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dengan area support 5.849 dan resistance 5.964. IHSG juga masih dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang dirilis pekan ini.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG rawan terkoreksi dengan area support di 5849 dan resist 5964. Untuk sentimen diperkirakan akan adanya profit taking setelah 2 hari berturut2 menguat cukup signifikan, kemudian investor masih akan mencermati data CPI dan PPI AS,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam.

Baca juga: IHSG Melonjak Lebih dari 10 Persen dalam 2 Hari, Aksi Profit Taking Mengintai

Adapun, Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor ritel pada perdagangan Kamis, diantaranya;

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan target harga Rp 3.780-Rp 4.100. Saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dengan rentang harga Rp 328- Rp 362.

Lalu, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 1.735- Rp 1.880.

Baca juga: IHSG Ditutup Naik 2,71 Persen, Investor Asing Jual Bersih Rp 2,93 Triliun

IHSG hari ini juga berpotensi bergerak mixed

Sementara itu, VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat secara terbatas pada perdagangan Kamis.

IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support di 5.688 dan resistance 6.131. Prospek penguatan tersebut didukung oleh indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang berpotensi membentuk pola golden cross, yang umumnya dipandang sebagai sinyal positif bagi pergerakan indeks.

Audi mengatakan, normalisasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga diperkirakan menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Pada perdagangan pasar spot, rupiah tercatat ditutup menguat ke level Rp 17.944 per dollar AS.

“Sentimen juga datang dari pembagian dividen khususnya emiten yang memberikan dividend yield tinggi seperti UNVR sebesar 7 persen hingga AMRT sekitar 3 persen dengan data penutupan 10 Juni 2026,” ucap Audi.

Baca juga: IHSG Naik 155 Poin ke 5.902,37, BBCA Istimewa

Selain faktor nilai tukar dan musim pembagian dividen, investor juga diperkirakan masih mencermati pergerakan dana asing serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

Untuk strategi perdagangan, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan area support di Rp 1.400 dan resistance di Rp 1.685.

Selain itu, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) juga direkomendasikan untuk speculative buy dengan area support Rp 226 dan target resistance Rp 280.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #hari #berpotensi #terkoreksi #investor #ambil #untung #cermati #ammn #wifi #pgas

KOMENTAR