BI Siap Tanggung Ongkos Kirim Pangan Saat Pasokan Bengkulu Kurang
Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menyatakan siap menanggung biaya pengiriman komoditas pokok apabila terdapat daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Dukungan tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, dukungan biaya distribusi akan diberikan apabila terdapat komoditas pokok yang mengalami kekurangan pasokan di Bengkulu, sementara stok masih tersedia di sentra produksi di Pulau Jawa.
"Apabila ada daerah yang kekurangan pasokan komoditas pokok seperti bawang merah atau cabai, sementara pasokan di sentra produksi di Pulau Jawa tersedia, maka seluruh biaya pengiriman dari Jawa menuju daerah yang membutuhkan seperti ke Bengkulu akan sepenuhnya disubsidi dan didukung oleh Bank Indonesia," ungkap Wahyu dalam bincang dengan media belum lama ini di Bengkulu.
Baca juga: Drop Tank Masuk Bengkulu, Bongkar Muat Sawit Jadi Lebih Cepat
Kebijakan tersebut disampaikan BI dalam rapat evaluasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan dinas terkait. Dalam rapat tersebut, terungkap dua komoditas utama yang menjadi pemicu lompatan inflasi, yakni kenaikan harga cabai dan kopi, serta kenaikan harga avtur pada sektor transportasi.
Kenaikan harga minyak mentah dunia dari kisaran 70 dollar AS menjadi di atas 100 dollar AS per barrel berdampak langsung pada meroketnya harga bahan bakar pesawat atau avtur. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga tiket pesawat secara signifikan yang menyumbang andil besar terhadap inflasi transportasi.
Baca juga: Garuda Indonesia Buka Suara Soal Penutupan Rute Jakarta - Bengkulu
Gerakan Pangan Murah Diintensifkan
Menyikapi kondisi tersebut, Wahyu mengatakan pihaknya bersama jajaran pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota merumuskan strategi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang untuk mengendalikan inflasi.
Pada jangka pendek, gerakan pangan murah dan operasi pasar akan diintensifkan guna menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat. Bank Indonesia juga berkomitmen mendukung pembiayaan operasional kegiatan tersebut.
Selain itu, BI siap memfasilitasi intervensi distribusi pangan antardaerah guna mengatasi defisit pasokan yang terjadi di suatu wilayah.
"BI akan support biaya pengiriman untuk komoditas pokok kalau ada daerah yang kekurangan pasokan," tegasnya.
Perkuat Produktivitas Pertanian
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, TPID Bengkulu sepakat memperkuat produktivitas sektor pertanian terintegrasi melalui pembentukan farmer champion, jaminan ketersediaan bibit unggul, pupuk, serta pemanfaatan pestisida secara optimal guna memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
Sejalan dengan upaya tersebut, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan penguatan pengendalian inflasi juga dilakukan melalui implementasi strategis Aksi 4K yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi saat ini harus disikapi dengan langkah-langkah strategis dan terukur,” ujar Herwan dalam rapat koordinasi TPID Bengkulu bersama Bank Indonesia Bengkulu, Selasa (9/6/2026).
“Salah satunya melalui Aksi 4K, kami memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat, menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada publik,” lanjutnya.
Tag: #siap #tanggung #ongkos #kirim #pangan #saat #pasokan #bengkulu #kurang