Efek Domino Pertamax Naik: Daya Beli Turun, Penjualan UMKM Terancam
Pertamina akhirnya menaikkan harga Pertamax per 10 Juni 2026.(KOMPAS.com/Nur Jamal Sha'id)
17:44
12 Juni 2026

Efek Domino Pertamax Naik: Daya Beli Turun, Penjualan UMKM Terancam

- Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turut menekan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Adapun pemerintah secara resmi menaikkan Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026 kemarin.

Peneliti dan Analis Kebijakan Senior CIPS Hasran, mengatakan kenaikan Pertamax itu mendorong masyarakat mengurangi belanja, termasuk ke UMKM.

“Ketika pengeluaran untuk kebutuhan dasar bertambah, ruang belanja masyarakat untuk kebutuhan lainnya menyempit,” kata Hasran dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Ini Penjelasan Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Ia menyebut, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kelas menengah dan menuju kelas menengah di Indonesia 66,35 persen dari total jumlah penduduk.

Mereka berkontribusi sekitar 81,49 persen belanja rumah tangga nasional.

Adapun konsumsi rumah tangga menyumbang 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Melihat data tersebut, Hasran menilai kelas menengah merupakan kelompok yang penting dalam penentuan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika mereka mengurangi pembelian, berbagai sektor usaha yang bergantung pada konsumsi masyarakat juga akan terdampak.

Kenaikan BBM, menurut Hasran, bisa mendorong rumah tangga mengurangi belanja kebutuhan pokok.

Masyarakat juga cenderung menjadi lebih hemat dengan mengurangi konsumsi makan di luar rumah, membeli makanan dan minuman siap saji, hiburan, serta rekreasi.

“Banyak UMKM sangat bergantung pada belanja kelas menengah. Ketika konsumen mulai menahan pengeluaran, dampaknya akan terlihat pada penjualan usaha kecil, terutama di sektor makanan dan minuman serta berbagai layanan berbasis konsumsi rumah tangga,” ujar Hasran.

Efek domino itu semakin memberatkan UMKM karena pada saat yang sama mereka dihadapkan pada kenaikan biaya produksi.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang semakin lemah mengerek sejumlah bahan baku impor naik seperti kedelai, gandum, dan gula.

Akhirnya, pelaku UMKM harus menghadapi tekanan dari berbagai sisi sementara daya beli masyarakat menurun.

Oleh karena itu, CIPS menyarankan pemerintah meringankan beban UMKM di antaranya dengan mengurangi hambatan non-tarif (non-tariff measures/NTM).

Kemudian, meninjau ulang tarif impor bahan baku industri, menyederhanakan prosedur ekspor-impor, meningkatkan layanan digital dan transparan, serta memperkuat infrastruktur logistik.

“Ketahanan UMKM sangat ditentukan oleh kemampuan para pelaku usaha memperoleh bahan baku dan menjalankan usaha dengan biaya yang kompetitif,” kata dia.

Baca juga: Efek Berantai Harga Pertamax Naik: Antrean Pertalite Mengular hingga Risiko Subsidi Membengkak

Tag:  #efek #domino #pertamax #naik #daya #beli #turun #penjualan #umkm #terancam

KOMENTAR