Mengenal Cedera Ligamen ACL Saat Olahraga dan Cara Penanganannya
Ilustrasi cedera ligamen lutut anterior()
10:36
3 April 2026

Mengenal Cedera Ligamen ACL Saat Olahraga dan Cara Penanganannya

- Belakangan ini, tren gaya hidup aktif dan berolahraga semakin meningkat di kalangan masyarakat urban.

Sayangnya, antusiasme yang tinggi ini tidak selalu diimbangi dengan persiapan fisik, pemahaman teknik dasar, serta penggunaan perlengkapan pendukung yang memadai, sehingga risiko cedera berat di area persendian justru semakin mengintai.

Salah satu ancaman cedera paling serius dan ditakuti saat berolahraga adalah robekan ligamen atau cedera ligamen, khususnya Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang terletak di pusat persendian lutut.

"Ketika terjadi cedera ligamen tersebut, itu bisa terjadi pada orang-orang biasa yang bukan olahragawan, tapi tiba-tiba FOMO (fear of missing out) ikut olahraga tanpa tahu tekniknya, tanpa tahu persiapannya, tanpa penguatan otot yang baik, dan pemakaian atribut olahraga yang salah."

Baca juga: RS Premier Bintaro Terapkan Operasi Ligamen Lutut Buatan Pertama di Indonesia

Hal tersebut diucapkan oleh dokter konsultan ortopedi dan traumatologi, serta konsultan kaki dan pergelangan kaki di Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K, kepada Kompas.com saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Anatomi ligamen dan mekanisme cedera

Secara anatomis, ligamen merupakan jaringan ikat lunak penting yang berfungsi menghubungkan antar-tulang sekaligus menstabilkan pergerakan sendi tubuh.

Meskipun tersebar dari kepala hingga ujung jari, ligamen di area lutut sering menjadi "korban" dalam aktivitas fisik berintensitas tinggi.

Lutut sendiri, ucap dr. Alfa, ditopang oleh empat ligamen utama, yakni ACL di bagian depan, Posterior Cruciate Ligament (PCL) di belakang, serta ligamen Medial Collateral Ligament (MCL) dan Lateral Collateral Ligament (LCL).

Robekan pada jaringan penstabil lutut ini umumnya dipicu oleh pivot injury yang terjadi secara cepat, yakni ketika telapak kaki menapak kuat menahan beban di permukaan, tetapi struktur lutut terpelintir atau mengalami perputaran tajam.

"Ketika kakinya menapak di lantai, lalu dia ada gerakan twisting, berputar pada lututnya. Ketika ACL enggak kuat, dia akan putus," papar dr. Alfa.

Karena sangat bergantung pada intensitas manuver tungkai bagian bawah yang gesit, risiko terputusnya ligamen mengintai di hampir seluruh cabang olahraga populer.

Aktivitas fisik yang mengharuskan pemainnya melakukan pengereman mendadak, melompat, atau berputar arah secara dinamis seperti sepak bola, bola basket, hingga padel dan tenis, berpotensi membuat pemainnya mengalami cedera ligamen.

Baca juga: Mengapa Cedera ACL Jadi Momok Para Atlet?

Pertolongan pertama robekan ligamen

Dokter konsultan ortopedi dan traumatologi, sekaligus konsultan kaki dan pergelangan kaki, di Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K, saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/4/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Dokter konsultan ortopedi dan traumatologi, sekaligus konsultan kaki dan pergelangan kaki, di Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K, saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Banyak masyarakat awam yang merespons secara keliru saat memberikan pertolongan pertama pada lutut yang mengalami cedera ligamen, yang dianggap sekadar keseleo usai berolahraga.

Menurut dr. Alfa, pantangan terbesarnya adalah langsung memijat area yang sakit ke pengobatan alternatif, atau menempelkan kompres panas dengan niat meredakan pegal. Langkah keliru tersebut justru akan memancing peradangan menjadi semakin hebat.

Pertolongan pertama wajib berpedoman pada metode medis yang disebut RICE, yakni:

  • Rest:  Istirahatkan sendi.
  • Ice: Kompres dingin dengan es.
  • Compression: Bebat dengan perban elastis.
  • Elevation: Tinggikan posisi tungkai yang cedera.

"Jangan langsung diurut-urut, dimanipulasi, digerak-gerakin lututnya ke dukun pijat. Kompres es, bukan kompres panas. Ketika kompres panas, justru akan semakin inflamasi, semakin meradang, semakin bengkak, dan semakin nyeri," imbau dr. Alfa.

Soal pembengkakan, dr. Alfa mengatakan bahwa hal tersebut pasti terjadi akibat pecahnya pembuluh darah mikro di dalam rongga sendi.

Aplikasi kompres es sangat penting untuk menyempitkan pembuluh darah dan menekan penumpukan cairan, sehingga membantu mengempiskan bengkak.

Baca juga: Cedera ACL: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Apakah harus dioperasi?

Tindakan medis lanjutan pasca-cedera akan disesuaikan dengan derajat robekan ligamen. Untuk kasus robekan parsial, yang mana sendi lutut masih berfungsi cukup stabil, pasien umumnya dianjurkan menjalani program fisioterapi intensif untuk penguatan otot atau pemberian terapi regeneratif.

Namun, situasi akan berubah jika ligamen sudah putus total. Sendi lutut yang kehilangan penopang utamanya akan menjadi sangat goyah dan memicu efek domino berupa kerusakan pada bantalan sendi (meniskus), hingga mempercepat timbulnya pengapuran dini (osteoartritis).

"Kalau memang putus total mengganggu atlet, itu kami lakukan operasi rekonstruksi ACL. ACL-nya bukan kami jahit lagi karena enggak bisa, kami rekonstruksi. Kami ambil urat dari tempat lain untuk dijadiin graft untuk ditanam," pungkas dr. Alfa.

Tag:  #mengenal #cedera #ligamen #saat #olahraga #cara #penanganannya

KOMENTAR