PIN Neurologi 2026 Soroti Lonjakan Penyakit Saraf dan Otak
Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia 2026 diselenggarakan pada 29 April - 3 Mei 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.(Dok Perdosni)
08:24
5 Mei 2026

PIN Neurologi 2026 Soroti Lonjakan Penyakit Saraf dan Otak

Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (PERDOSNI) 2026 resmi digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 April hingga 3 Mei 2026. 

Forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan para ahli saraf dari seluruh Indonesia untuk membahas perkembangan terkini di bidang neurologi, termasuk inovasi teknologi medis dan penguatan layanan kesehatan saraf yang lebih komprehensif.

Mengusung tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care”, PIN 2026 hadir di tengah meningkatnya beban penyakit neurologis di Indonesia, seperti stroke, epilepsi, demensia, Parkinson, gangguan tidur, hingga nyeri kronik. 

Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan otak masyarakat dan berdampak pada produktivitas nasional serta kesiapan menuju Generasi Emas 2045.

Baca juga: Bukan Cuma Penderita Diabetes, Ini Orang yang Rentan Alami Gangguan Saraf

Ketua Panitia Pelaksana, dr. Ummu Atiah, Sp.N(K), menegaskan bahwa penyelenggaraan PIN tidak sekadar menjadi forum ilmiah rutin, tetapi juga wadah untuk mendorong transformasi layanan neurologi yang lebih adaptif. 

“Forum ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERDOSNI, Dr. dr. Dodik Tugasworo, Sp.N., Subsp. NIIOO (K), M.H., menekankan pentingnya pemerataan akses layanan neurologi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di kawasan timur. 

Pemilihan Makassar sebagai lokasi kegiatan disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring nasional dan mendekatkan akses ilmu pengetahuan ke daerah.

Baca juga: Bukan Terjadi Mendadak, Studi Ungkap Pola Kesehatan di Balik Serangan Jantung dan Stroke

Rangkaian kegiatan PIN

Ribuan peserta yang terdiri dari dokter spesialis neurologi, dokter umum, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan multidisiplin, hingga pelaku industri kesehatan turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan. 

PIN PERDOSNI 2026 juga menghadirkan 5 pembicara internasional, yaitu Prof. Noriko Isobe, MD, PhD (Jepang), Dr. Roland Dominic Jamora, MD, PhD (Filipina), Prof. Zubaidah Jamil Osman, PhD (Malaysia), Prof. Dr. Khairul Azmi Abd Kadir (Malaysia dan Sebastian Slijderink (Belanda).

Agenda meliputi simposium ilmiah, workshop keterampilan klinis, diskusi kebijakan kesehatan, hingga presentasi riset terbaru dan forum kolaborasi antar pusat layanan neurologi di Indonesia.

Baca juga: Cegah Cacat dan Kematian akibat Stroke, Penanganan Segera Jadi Kunci

PIN 2026 diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari peningkatan layanan stroke, pemanfaatan teknologi digital dalam diagnosis, pengembangan telemedicine, hingga penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional.

Lebih luas, forum ini juga menegaskan bahwa kesehatan otak memiliki dampak lintas sektor, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, hingga daya saing bangsa. 

Para ahli menilai, tanpa upaya serius dalam pencegahan dan penanganan penyakit neurologis, Indonesia berisiko tidak optimal memanfaatkan bonus demografi.

Karena itu, melalui momentum PIN 2026, pendekatan layanan neurologi didorong untuk tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup pencegahan, deteksi dini, rehabilitasi, serta perlindungan fungsi kognitif masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: “Brain Rot” Ramai di Media Sosial, Pakar Ungkap Dampaknya bagi Otak

Tag:  #neurologi #2026 #soroti #lonjakan #penyakit #saraf #otak

KOMENTAR