Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
Kasus Hantavirus sedang menjadi sorotan global setelah wabah infeksi terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri mengonfirmasi adanya 4 kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. Tiga pasien telah dinyatakan sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.
Munculnya virus ini memicu kekhawatiran publik: Apakah ini virus baru? Dan sebenarnya, Hantavirus ada sejak kapan?
Memahami sejarah virus ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu, namun tetap waspada terhadap sumber penularannya.
Jejak Sejarah: Bukan Virus Baru
Meskipun baru kembali ramai dibicarakan di Indonesia pada tahun 2026, Hantavirus bukanlah "pemain baru". Secara medis, virus ini pertama kali diisolasi dan diidentifikasi secara resmi pada tahun 1976.
Nama "Hantavirus" diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Penemunya Adalah Dr. Ho-Wang Lee, seorang ilmuwan asal Korea Selatan yang berhasil mengisolasi virus tersebut dari paru-paru seekor tikus sawah (Apodemus agrarius).
Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)Namun, jika kita melihat catatan sejarah lebih jauh, gejala penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah terdeteksi jauh sebelum tahun 1970-an.
Hantavirus di Masa Perang Korea (1950-an)
Jauh sebelum namanya diresmikan, Hantavirus diduga kuat telah menginfeksi ribuan tentara selama Perang Korea (1951-1953).
Kala itu, lebih dari 3.000 tentara PBB menderita demam berdarah disertai gangguan ginjal yang misterius.
Penyakit ini awalnya dikenal sebagai Korean Hemorrhagic Fever. Meskipun para dokter saat itu tahu ada patogen yang menyerang, mereka belum bisa mengidentifikasi jenis virusnya hingga penemuan Dr. Lee dua dekade kemudian.
Evolusi Hantavirus di Dunia: dari Asia ke Amerika
Hantavirus memiliki dua kategori besar berdasarkan wilayah dan gejala klinisnya:
1. Hantavirus Dunia Lama (Old World): Ditemukan di Asia dan Eropa, biasanya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal. Jenis inilah yang ditemukan di Korea.
2. Hantavirus Dunia Baru (New World): Pada tahun 1993, muncul wabah di wilayah "Four Corners" Amerika Serikat. Virus ini menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit paru-paru berat yang mematikan.
Hal ini menunjukkan bahwa Hantavirus telah berevolusi dan tersebar di berbagai belahan dunia melalui inang utamanya, yakni tikus atau hewan pengerat (rodensia).
Hantavirus di Indonesia
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat 23 kasus hantavirus di Indonesia antara tahun 2024 hingga Mei 2026, dengan 3 kematian (CFR 13%) dan 20 pasien sembuh.
Sebagian besar kasus tergolong HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) dan tersebar di beberapa wilayah. Antara lain Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten.
Penularan Hantavirus pada manusia biasanya terjadi melalui:
- Inhalasi: Menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terbawa udara (aerosol).
- Kontak Langsung: Menyentuh benda yang terkontaminasi, lalu memegang mulut atau hidung.
- Gigitan: Meski jarang, gigitan tikus yang terinfeksi dapat menularkan virus secara langsung.
Gejala Hantavirus tahap awal seringkali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memburuk menjadi sesak napas akut atau gangguan fungsi ginjal.
Tag: #hantavirus #sejak #kapan #menilik #sejarah #munculnya #kasus #indonesia