Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin 150 Orang Tertahan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya
Ilustrasi kapal pesiar. Wabah hantavirus di kapal pesiar M/V Hondius membuat 150 orang tertahan di perairan Cape Verde setelah tiga penumpang meninggal dunia dan satu pasien dikonfirmasi positif hantavirus.(UNSPLASH/GEORGY TROFIMOV)
15:06
5 Mei 2026

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin 150 Orang Tertahan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Wabah hantavirus yang diduga terjadi di kapal pesiar M/V Hondius di Samudra Atlantik menewaskan tiga penumpang dan membuat satu penumpang lain dirawat di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan.

Kasus hantavirus kapal pesiar ini menjadi sorotan setelah kapal berbendera Belanda tersebut tertahan di perairan Cape Verde.

Melansir Reuters (5/5/2026), otoritas setempat belum memberi izin kapal untuk menurunkan penumpang dan kru.

Lantas, apa itu hantavirus dan mengapa penyakit ini bisa berbahaya?

Baca juga: Mengenal Bahaya Virus Hanta yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar, Ternyata Mirip Flu

Kronologi kasus hantavirus di kapal pesiar

Sekitar 150 orang masih berada di atas kapal yang berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada Maret 2026 untuk perjalanan ekspedisi alam Antarktika.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan tiga orang meninggal dunia, yakni sepasang warga Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Penumpang pertama, pria asal Belanda, meninggal pada 11 April 2026 saat kapal menuju Tristan da Cunha.

Jenazahnya tetap berada di kapal hingga 24 April 2026 sebelum diturunkan di St Helena, dengan istrinya mendampingi proses repatriasi. Tiga hari kemudian, istri pria tersebut juga jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia.

Penumpang lain asal Inggris mengalami sakit serius dan dievakuasi ke Afrika Selatan.

Otoritas Afrika Selatan mengonfirmasi pasien Inggris tersebut positif hantavirus, sementara Belanda mengonfirmasi virus yang sama pada perempuan Belanda yang meninggal dunia.

Baca juga: Waspada Gejala Virus Hanta yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar, Ini Bedanya dengan Flu

Apa itu hantavirus?

Ilustrasi tikus. Wabah hantavirus di kapal pesiar M/V Hondius membuat 150 orang tertahan di perairan Cape Verde setelah tiga penumpang meninggal dunia dan satu pasien dikonfirmasi positif hantavirus.Freepik/wirestock Ilustrasi tikus. Wabah hantavirus di kapal pesiar M/V Hondius membuat 150 orang tertahan di perairan Cape Verde setelah tiga penumpang meninggal dunia dan satu pasien dikonfirmasi positif hantavirus.

Mengutip CDC (13/5/2024), hantavirus adalah keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit serius dan kematian pada manusia. Virus ini terutama menyebar melalui hewan pengerat, seperti tikus dan mencit.

Manusia dapat terinfeksi hantavirus setelah kontak dengan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Melansir CNN (5/5/2026), manusia sering terinfeksi saat menghirup partikel dari kotoran hewan pengerat yang telah mengering.

Kondisi itu dapat terjadi saat seseorang menyapu kotoran tikus, sehingga partikel yang terkontaminasi beterbangan di udara.

Baca juga: 3 Penumpang Kapal Pesiar Meninggal karena Virus Hanta, Gejalanya Sering Dikira Flu

Gejala hantavirus mirip flu

Gejala hantavirus pada tahap awal dapat menyerupai flu, sehingga penyakit ini sulit dikenali sejak dini.

Gejala awal Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS biasanya muncul dalam 1 hingga 8 minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

Gejala awal HPS dapat berupa kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu.

Sebagian pasien juga mengalami sakit kepala, pusing, menggigil, mual, muntah, diare, atau nyeri perut.

Empat hingga 10 hari setelah fase awal, pasien dapat mengalami batuk dan sesak napas karena paru-paru terisi cairan.

HPS dapat mematikan, dengan 38 persen pasien yang mengalami gejala pernapasan berisiko meninggal akibat penyakit tersebut.

Selain menyerang paru-paru, hantavirus juga dapat menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang menyerang ginjal.

Baca juga: Virus Hanta Menyebar Tanpa Disadari, Kenali Cara Penularannya Sebelum Terlambat

Bagaimana wabah hantavirus bisa terjadi?

Penyebab dugaan wabah hantavirus di M/V Hondius belum diketahui secara pasti.

Epidemiolog dari University of Cambridge, Dr. Charlotte Hammer, mengatakan kepada CNN bahwa hewan pengerat bisa saja ikut terbawa ke dalam kapal.

Kemungkinan lain, penumpang dapat terinfeksi saat kapal terakhir bersandar di Argentina, mengingat masa inkubasi penyakit ini bisa berlangsung 1 hingga 8 minggu.

Hammer juga menyebut kemungkinan penularan antarmanusia, tetapi skenario tersebut sangat kecil terjadi dalam skala seperti ini.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut hantavirus terutama menyebar melalui hewan pengerat, tetapi dapat menular antarmanusia dalam kasus yang jarang.\

Baca juga: Virus Hanta yang Ditemukan di Indonesia Bahaya atau Tidak? Ini Penjelasannya…

Belum ada pengobatan khusus

Belum ada pengobatan khusus untuk infeksi hantavirus.

Pasien umumnya mendapat perawatan suportif, termasuk istirahat, hidrasi, dan penanganan gejala.

Pasien HPS dapat membutuhkan bantuan pernapasan, termasuk intubasi. Pasien HFRS dapat membutuhkan dialisis jika fungsi ginjal terganggu.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi kontak dengan hewan pengerat, menutup celah rumah, menyimpan makanan dengan baik, dan membersihkan sumber makanan yang dapat menarik tikus.

Saat membersihkan kotoran tikus, masyarakat disarankan memakai sarung tangan dan cairan pemutih agar partikel yang berpotensi membawa virus tidak beterbangan.

Tag:  #wabah #hantavirus #kapal #pesiar #bikin #orang #tertahan #kenali #gejala #cara #penularannya

KOMENTAR