Macron Ingin Perang Iran Dijeda Saat Idul Fitri: Semua Orang Harus Tenang
Presiden Perancis Emmanuel Macron menyerukan gencatan senjata sementara di Timur Tengah saat perayaan Idul Fitri.
Seruan ini muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang kian meluas sejak Sabtu (28/2/2026).
Macron menilai momentum hari raya keagamaan harus dimanfaatkan untuk meredakan ketegangan. Ia berharap jeda pertempuran dapat membuka kembali peluang negosiasi damai.
Baca juga: Trump Telah Larang Netanyahu Serang Gas Iran, AS-Israel Mulai Berseberangan?
Seruan jeda perang saat Idul Fitri
Macron menekankan pentingnya menghentikan operasi militer, setidaknya untuk beberapa hari selama periode hari raya.
“Saat kawasan ini memasuki musim hari raya keagamaan, saya pikir semua orang harus tenang dan operasi militer harus dihentikan setidaknya selama beberapa hari untuk memberi kesempatan bernegosiasi,” kata Macron.
Pernyataan itu disampaikan saat para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels. Ia kembali menegaskan bahwa Prancis mendorong de-eskalasi dan dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik.
Dorong perlindungan warga sipil
Selain gencatan senjata, Macron juga mengusulkan adanya moratorium terhadap serangan yang menyasar infrastruktur sipil dan warga sipil.
“Prancis, seperti biasa, mendukung kembali ke negosiasi, kembali ke dialog, dan de-eskalasi di kawasan,” kata Macron.
Ia menegaskan posisi Prancis yang tidak terlibat dalam kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Soroti Gaza hingga negara Teluk
Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.
Macron mengingatkan bahwa konflik Iran tidak boleh membuat dunia melupakan krisis kemanusiaan di Gaza.
“Situasi di Iran tidak boleh membuat kita melupakan situasi kemanusiaan di Gaza, yang harus terus kita perhatikan,” ujarnya.
Baca juga: Bom Tandan Iran Jebol Pertahanan Israel, Warga Sipil Mulai Putus Asa
Ia juga mengungkap telah berbicara dengan Emir Qatar, setelah fasilitas produksi gas di negara tersebut ikut menjadi sasaran serangan.
“Beberapa negara Teluk lainnya juga diserang untuk pertama kalinya dengan cara yang mirip seperti yang dialami Iran sebelumnya. Eskalasi ini ceroboh,” kata Macron.
Serukan dukungan untuk Lebanon
Macron turut menyoroti dampak konflik yang meluas ke Lebanon, termasuk serangan darat yang menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.
“Kita harus memberikan dukungan penuh dan tanpa syarat kepada Lebanon untuk menjaga integritas wilayah, kedaulatan, dan keamanannya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa otoritas Lebanon perlu mendapatkan kembali kendali penuh atas wilayahnya, termasuk monopoli senjata oleh militer nasional.
“Kita harus meyakinkan Israel bahwa pekerjaan ini harus dilakukan oleh Lebanon sendiri, oleh Angkatan Bersenjata Lebanon, bukan dengan melanggar kedaulatan wilayah atau membombardir wilayah Lebanon,” ujarnya.
Konflik Iran yang memanas
Konflik bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke berbagai target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar, korban sipil, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut serangan itu sebagai langkah “pendahuluan” terhadap ancaman program nuklir Iran, namun kemudian juga mengisyaratkan keinginan untuk perubahan kekuasaan di Teheran.
Menurut otoritas Iran, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan tersebut. Konflik kini meluas hingga Lebanon dan negara-negara Teluk, dengan infrastruktur energi menjadi target utama dan harga minyak melonjak hingga di atas 116 dollar AS per barrel.
Baca juga: Jet Tempur F-35 AS Diduga Dirusak Iran Saat Mengudara, Terpaksa Mendarat Darurat
Tag: #macron #ingin #perang #iran #dijeda #saat #idul #fitri #semua #orang #harus #tenang