Mojtaba Khamenei Jadi Buron AS, Imbalan Rp 168 M Disiapkan
Mojtaba Khamenei dan sejumlah pejabat Iran menjadi buron AS dengan imbalan sebesar Rp 168 miliar. Sayembara ini muncul di tengah ketegangan setelah AS-Israel melancarkan operasi militer gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2/2206).(State Department / Rewards for Justice via Fox News)
14:06
20 Maret 2026

Mojtaba Khamenei Jadi Buron AS, Imbalan Rp 168 M Disiapkan

Amerika Serikat menetapkan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, sebagai buron dengan imbalan hingga 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 168 miliar.

Sayembara tersebut juga menargetkan sejumlah pejabat tinggi Iran yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Iran pun merespons keras, menyebut kematian sebagai “kebahagiaan” dibanding hidup di bawah penindasan.

Baca juga: Macron Ingin Perang Iran Dijeda Saat Idul Fitri: Semua Orang Harus Tenang

AS tawarkan imbalan untuk informasi pemimpin Iran

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, imbalan itu merupakan bagian dari program Rewards for Justice yang bertujuan mengumpulkan informasi intelijen terkait IRGC dan para pemimpinnya.

Selain Mojtaba Khamenei, AS juga memburu sejumlah tokoh penting lain, termasuk Ali Asghar Hejazi, Ali Larijani, Yahya Rahim Safavi, Esmail Khatib, dan Eskandar Momeni.

“Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), bagian dari militer resmi Iran, memainkan peran sentral dalam penggunaan terorisme sebagai alat utama kebijakan negara Iran,” kata Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip Fox News, Sabtu (14/3/2026).

“Selain itu, IRGC telah menciptakan, mendukung, dan mengarahkan kelompok teroris lain. IRGC bertanggung jawab atas berbagai serangan yang menargetkan warga dan fasilitas AS, termasuk yang menewaskan warga Amerika,” lanjut pernyataan tersebut.

Washington juga menilai IRGC telah berkembang jauh melampaui fungsi militer sejak berdiri setelah Revolusi Iran 1979.

“Sejak didirikan pada 1979, IRGC telah memperoleh peran besar dalam menjalankan kebijakan luar negeri Iran. Kelompok ini kini menguasai segmen besar ekonomi Iran dan berpengaruh dalam politik domestik,” kata Departemen tersebut.

Respons Iran

Menanggapi sayembara tersebut, Ali Larijani mengunggah kutipan bernada perlawanan di platform X pada Senin (16/3/2026).

“Imam Hussein berkata, ‘Saya melihat kematian tidak lain sebagai kebahagiaan, dan hidup bersama para penindas tidak lain sebagai penderitaan.’”

Baca juga: Trump Telah Larang Netanyahu Serang Gas Iran, AS-Israel Mulai Berseberangan?

Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal bahwa Iran tidak gentar menghadapi tekanan AS, bahkan menegaskan kesiapan menghadapi konsekuensi paling ekstrem.

Sejumlah pejabat Iran terbunuh

Ali Larijani meninggal dunia dalam serangan AS-Israel ke Iran.Wikimedia Commons Ali Larijani meninggal dunia dalam serangan AS-Israel ke Iran.

Beberapa hari setelah sayembara tersebut, Israel menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ali Larijani dan komandan Basij Gholamreza Soleimani.

Sehari kemudian, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga mengeklaim bahwa Esmail Khatib tewas dalam serangan lanjutan, yang kemudian dikonfirmasi Iran.

“Kami akan terus menggagalkan dan memburu mereka semua,” ujar Katz, seraya menambahkan bahwa militer Israel kini diizinkan “mengeliminasi pejabat senior Iran” tanpa persetujuan tambahan.

Israel juga menyatakan akan memburu Mojtaba Khamenei, yang belum pernah tampil di publik sejak menggantikan ayahnya.

Iran bersumpah balas dendam

Meski kehilangan sejumlah tokoh penting, Iran menunjukkan sikap menantang.

Garda Revolusi menyatakan telah meluncurkan rudal ke wilayah Israel sebagai balasan.

“Darah suci martir besar ini akan menjadi sumber kehormatan, kekuatan, dan kebangkitan nasional melawan front arogansi global,” demikian pernyataan mereka.

Baca juga: Jet Tempur F-35 AS Diduga Dirusak Iran Saat Mengudara, Terpaksa Mendarat Darurat

Tag:  #mojtaba #khamenei #jadi #buron #imbalan #disiapkan

KOMENTAR