Hampir 2 Bulan, Satu Siswa Masih Hilang dari Sekolah Iran yang Dibom AS-Israel
Tayangan stasiun televisi Iran, IRIB, memperlihatkan situasi setelah serangan Iran ke Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Iran, yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan menyebabkan 60 korban luka-luka pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini terjadi ketika perang Amerika-Israel melawan Iran berlangsung.(IRIB TV/ALEX MITA via AFP)
12:00
27 April 2026

Hampir 2 Bulan, Satu Siswa Masih Hilang dari Sekolah Iran yang Dibom AS-Israel

- Keberadaan Makan Nasiri (7), siswa sekolah di Minab, Iran yang dibom Amerika Serikat-Iran pada 28 Februari, hingga kini belum diketahui.

Orang tuanya pun menjadi satu-satunya yang belum dapat menguburkan jenazah anak mereka.

Washington tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan dahsyat terhadap sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Namun, bukti menunjukkan bahwa rudal Tomahawk AS kemungkinan digunakan dalam insiden paling mematikan yang melibatkan warga sipil sejak awal perang itu.

Baca juga: Iran Ragu AS Serius Negosiasi, Klaim Sudah Punya Solusi Akhiri Perang

Rudal kedua hantam sekolah saat evakuasi

Asieh Rahinejad, ibu Makan, menceritakan detik-detik mencekam saat ia dihubungi pihak sekolah tak lama setelah pukul 11.00 pagi. 

Guru meminta agar Makan segera dijemput karena sekolah telah menjadi target serangan.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/4/2026), Asieh yang saat itu belum menyadari bahwa perang telah berkobar, langsung menghubungi sopir bus sekolah.

Nahas, rudal kedua menghantam bangunan sekolah hanya dalam hitungan menit, menghapus kesempatan bagi siapa pun untuk menyelamatkan diri. 

Menurut penghitungan akhir yang diberikan kepada media pemerintah pada 9 April, jumlah korban direvisi turun dari 168 orang menjadi 156 orang, sebagian besar anak-anak.

Sebanyak 120 siswa meninggal, 73 laki-laki dan 47 perempuan. Di antara korban lainnya terdapat 26 guru, semuanya perempuan, tujuh orang tua, seorang sopir bus sekolah, dan seorang teknisi di klinik terdekat.

Baca juga: Iran Sebut Negosiasi Tidak Akan Terwujud jika AS Masih Lakukan Tekanan

Jejak DNA Makan tak ditemukan

Para ahli forensik mengidentifikasi semua jenazah, banyak di antaranya tak dapat dikenali. Namun, mereka tidak dapat menemukan jejak Makan, bahkan setelah pengujian DNA yang ekstensif.

Menurut otoritas forensik tertinggi Iran, Organisasi Kedokteran Forensik, sekitar 40 persen dari semua jenazah yang ditemukan selama perang tidak dapat segera diidentifikasi karena kerusakan yang parah.

Di antara 3.375 orang yang dipastikan tewas oleh organisasi tersebut sejak awal perang, jenazah empat orang masih belum teridentifikasi.

Di antara mereka, tujuh orang berusia di bawah satu tahun, 255 orang berusia antara satu dan 12 tahun, dan 121 orang berusia 13 hingga 18 tahun.

Baca juga: Mungkinkah Perang AS-Iran Bernasib Sama Seperti Perang Korea?

Pencarian Makan akan dihentikan

Sejumlah perempuan menangis saat pemakaman anak-anak yang tewas dalam serangan di sebuah sekolah dasar di provinsi Hormozgan, Iran, di Minab pada 3 Maret 2026.ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP Sejumlah perempuan menangis saat pemakaman anak-anak yang tewas dalam serangan di sebuah sekolah dasar di provinsi Hormozgan, Iran, di Minab pada 3 Maret 2026.

Setelah hampir tujuh minggu pencarian, pihak berwenang Iran memberi tahu keluarga Makan bahwa kasusnya ditutup tanpa menemukan jenazah apa pun.

Ayahnya, Cyrus menggambarkan putranya sebagai anak baik hati yang mengikuti kelas senam dan menyukai olahraga. Ia juga membantu di pusat keagamaan setempat bersama keluarganya.

Para orang tua bergegas ke sekolah setelah mengetahui sekolah tersebut dibom dan keluar dari mobil lalu berlari setelah terjebak kemacetan lalu lintas.

“Ketika kami tiba, sekolah itu sudah hancur. Pada saat-saat pertama setelah tiba, kami hanya melihat satu hal, reruntuhan,” demikian kutipan pernyataannya kepada media pemerintah Iran.

Cyrus Nasiri mengatakan dia mencari di area tersebut sejak sebelum tengah hari pada saat serangan hingga pukul 02.30 pagi keesokan harinya, tetapi tidak menemukan jejak putranya. 

"Dalam beberapa minggu berikutnya, saya akan kembali bahkan jika mereka menemukan sehelai kuku jari," katanya.

Baca juga: AS Batal Kirim Utusan ke Pakistan, Iran Langsung Aktifkan Pertahanan Udara

Semua teman Makan meninggal

Semua anak lain di kelas Makan meninggal dunia, tetapi ayahnya berharap bahwa anaknya mungkin bisa lolos setelah serangan pertama.

Pada hari ke-38 pencarian, paman Makan menemukan sebuah sepatu di suatu tempat yang agak jauh dari bangunan utama, yang kemudian diidentifikasi oleh keluarga sebagai miliknya. 

Sebuah sweter biru yang rusak juga dilaporkan ditemukan, tetapi tidak ada barang lain.

“Saya sangat takut membayangkan harus mengubur Makan, saya tidak sanggup melakukannya," jelas dia. 

"Saya berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan dan mungkin itu menjelaskan mengapa kami tidak dapat menemukannya,” kata ibunya kepada hadirin di sebuah acara untuk menghormati dan mengenang putranya.

Sepatunya diletakkan di dalam sebuah kotak dan kini telah ditempatkan di sebuah masjid setempat untuk mengenang dirinya.

Tag:  #hampir #bulan #satu #siswa #masih #hilang #dari #sekolah #iran #yang #dibom #israel

KOMENTAR