Kesalahan Diet yang Bisa Mempercepat Penuaan, dari Pola Makan hingga Cara Memasak
Pola makan sehari-hari ternyata tidak hanya memengaruhi berat badan, tetapi juga bisa mempercepat proses penuaan tubuh.
Melasir The Guardian (24/4/2026), kebiasaan makan, jenis makanan, hingga cara memasak dapat berdampak langsung pada kesehatan sel dan organ.
Sejumlah ilmuwan menemukan bahwa banyak kebiasaan makan justru membuat tubuh menua lebih cepat tanpa disadari.
Perubahan sederhana dalam pola makan disebut dapat membantu tubuh memperbaiki diri dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Baca juga: Turun 73 Kg Tanpa Gym, Rahasia Diet Ini Cuma Jalan Kaki Setiap Hari
Terlalu sering makan membuat tubuh sulit memperbaiki diri
Banyak orang saat ini makan hampir sepanjang hari, mulai dari makanan utama hingga camilan.
Setiap kali makan, tubuh akan melepaskan hormon insulin untuk mengolah gula dalam darah.
Proses ini memang penting, tetapi jika terjadi terus-menerus dapat meningkatkan risiko kerusakan sel.
Eric Verdin dari Buck Institute for Research on Aging mengatakan tubuh membutuhkan waktu tanpa makanan untuk memperbaiki diri.
“Banyak bukti menunjukkan bahwa 12 jam makan dan 12 jam puasa lebih baik untuk penuaan yang sehat,” ujarnya.
Baca juga: Diet Sederhana Tanpa Banyak Variasi Ternyata Lebih Efektif Turunkan Berat Badan
Terlalu banyak gula dan cara masak percepat penuaan
Ilustrasi bercermin. Kebiasaan makan sehari-hari seperti sering ngemil, makan malam berlebihan, hingga cara memasak ternyata bisa mempercepat penuaan tanpa disadari.
Makanan manis dan karbohidrat olahan seperti nasi putih dan pasta dapat memicu terbentuknya zat berbahaya bernama AGEs. Zat ini merusak kolagen sehingga kulit menjadi kaku dan mudah berkerut.
Jaime Uribarri dari Icahn School of Medicine menyebut AGEs juga memicu peradangan dalam tubuh.
“AGEs mengubah struktur protein dan menyebabkan peradangan dalam jumlah besar,” kata Uribarri.
Zat ini juga bisa terbentuk saat makanan dimasak dengan suhu tinggi seperti digoreng atau dibakar.
Penelitian menunjukkan bacon goreng mengandung AGEs jauh lebih tinggi dibandingkan sayuran seperti tomat.
Para ahli menyarankan metode memasak seperti merebus atau memasak perlahan untuk mengurangi risiko.
Baca juga: Diet Tanpa Tersiksa, Pria Ini Turun 30 Kg dengan Metode Calorie Budget
Lemak jenuh tinggi dan kurang serat merusak sistem imun
Lemak jenuh dari daging merah dan produk olahan dapat memicu peradangan di usus.
Kondisi ini membuat zat berbahaya lebih mudah masuk ke aliran darah dan melemahkan sistem imun.
Niharika Duggal dari University of Birmingham menyebut pola makan ini berkaitan dengan penuaan imun.
“Konsumsi lemak jenuh tinggi dan serat rendah menjadi faktor terbesar yang terkait dengan penuaan sistem imun,” ujarnya.
Kekurangan vitamin dan lemak sehat berdampak pada otak
Vitamin B membantu tubuh menghasilkan energi dan menjaga fungsi gen tetap normal.
Kekurangan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko gangguan memori dan penurunan fungsi otak, terutama pada usia lanjut.
Selain itu, asam lemak omega-3 penting untuk menjaga kesehatan otak, jantung, dan otot.
Penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 1 gram omega-3 per hari dapat membantu memperlambat penuaan.
Baca juga: Awal Diet Paling Berat, Ini Tantangan Angga Turunkan Berat Badan 53 Kg
Pola makan tidak seimbang membebani tubuh
Buah dan sayur berwarna cerah mengandung zat yang membantu menjaga kesehatan otak dan sistem imun.
Studi yang dikutip Alzheimer’s Research UK menunjukkan konsumsi zat ini berkaitan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.
Di sisi lain, pola makan tinggi protein, garam, dan makanan olahan dapat meningkatkan beban asam dalam tubuh.
Lynda Frassetto dari University of California menyebut kondisi ini dapat membebani ginjal dan memburuk seiring usia.
Makan besar di malam hari mengganggu metabolisme
Kebiasaan makan besar saat malam hari dapat mengganggu tidur dan proses perbaikan tubuh. Metabolisme juga cenderung lebih lambat pada malam hari.
Satchin Panda dari Salk Institute menjelaskan bahwa tubuh lebih efektif mengolah gula pada pagi dan siang hari.
“Tubuh lebih mampu mengelola gula darah pada paruh pertama hari,” ujarnya.
Pola makan yang disarankan adalah dengan asupan protein di pagi atau siang hari dan makanan lebih ringan di malam hari.
Menu yang dianjurkan mencakup sayuran, ikan berlemak, serta makanan tinggi serat.
Pola ini dinilai dapat membantu menjaga kesehatan usus, sistem imun, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Baca juga: Turun 36 Kg Tanpa Diet Ketat, Pria Ini Mengubah Cara Menghadapi Emosi
Tag: #kesalahan #diet #yang #bisa #mempercepat #penuaan #dari #pola #makan #hingga #cara #memasak