Pertahanan Teluk Jebol, AS Buru-buru Tambah Persenjataan Penangkal
Sistem pertahanan anti-rudal THAAD buatan AS.(AFP / BEN LISTERMAN)
11:36
21 Maret 2026

Pertahanan Teluk Jebol, AS Buru-buru Tambah Persenjataan Penangkal

- Pemerintah Amerika Serikat (AS) berpacu dengan waktu mengirimkan sistem pertahanan udara, radar, dan teknologi anti-drone ke negara-negara Arab serta pasukan AS di kawasan Teluk. 

Langkah ini diambil untuk memperkuat pertahanan terhadap serangan rudal dan drone Iran yang dinilai kian presisi dan persisten.

Pengerahan peralatan militer ini mencakup percepatan penjualan senjata senilai 23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 389 triliun, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Iran Rayakan Idul Fitri Sabtu 21 Maret, Lebaran di Tengah Kecamuk Perang

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menyatakan kekhawatiran bahwa Iran masih mampu melancarkan serangan yang melumpuhkan, di saat stok rudal pencegat milik sekutu mulai menipis dan drone lawan terus menembus celah keamanan.

Meskipun AS dan Israel telah menggempur lebih dari 16.000 target di Iran, termasuk peluncur rudal dan gudang drone, Teheran terbukti masih mampu menjaga ritme serangannya.

Pekan ini, serangan Iran dilaporkan menghantam kilang minyak di Kuwait dan Arab Saudi. 

Selain itu, fasilitas gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Ras Laffan di Qatar juga mengalami kerusakan serius. 

Baca juga: Update Perang di Timur Tengah: AS Kurangi Operasi, Iran Klaim Musuh Mulai Kalah

Menurut Menteri Energi Qatar, kerusakan tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.

Iran juga berhasil melumpuhkan sejumlah radar pertahanan udara dan sistem peringatan dini milik AS dan sekutunya, sehingga mempersulit deteksi serangan yang datang.

Laporan menyebutkan bahwa Iran mendapat dukungan dari Rusia dalam memetakan posisi Amerika di Teluk. 

Moskwa memperluas kerja samanya dengan berbagi citra satelit dan teknologi drone mutakhir guna meningkatkan efektivitas serangan Iran.

Baca juga: AS-Israel Mulai Beda Tujuan di Iran, Trump-Netanyahu Tak Padu

Aturan darurat

Kementerian Luar Negeri AS menggunakan aturan darurat guna melewati peninjauan Kongres yang biasanya diberlakukan untuk kesepakatan senjata besar. 

Paket senjata ini mencakup 11 kesepakatan terpisah untuk Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Yordania.

Rinciannya adalah 1,2 miliar dollar AS untuk ratusan rudal udara-ke-udara tingkat lanjut (AMRAAM) yang dapat digunakan menembak jatuh drone, 5,6 miliar dollar AS untuk rudal pertahanan udara PAC-3, 4,5 miliar dollar AS untuk peralatan radar THAAD, dan 2 miliar dollar AS untuk sistem anti-drone yang mengintegrasikan radar, perang elektronik, dan meriam.

Selain itu, Kuwait juga akan menerima peralatan pertahanan udara senilai 8 miliar dollar AS.

Baca juga: Cerita WNI Rayakan Idul Fitri di UEA: Lebaran di Tengah Bunyi Alarm Peringatan Rudal Iran

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan bahwa saat ini mereka telah memiliki sistem pertahanan udara berlapis yang canggih untuk melindungi negaranya.

Di sisi lain, konflik berkepanjangan di Ukraina dan Timur Tengah telah menguras pasokan rudal pencegat global. 

Banyak senjata yang dijanjikan dalam kesepakatan ini diperkirakan baru bisa dikirimkan dalam beberapa tahun ke depan karena kendala manufaktur.

Mark Cancian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyoroti urgensi situasi ini.

Baca juga: Serangan Israel Tewaskan 1.001 Orang di Lebanon, 3.134 di Iran

Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.Wikimedia Commons Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.

"Dalam perang ini, satu-satunya hal yang berarti adalah apa yang tersedia hari ini. Negara-negara Teluk telah menggunakan banyak stok mereka," ujar Cancian.

Iran tampaknya sedang memainkan strategi jangka panjang dengan mengandalkan drone Shahed yang murah, hanya berbiaya puluhan ribu dollar AS, namun dapat diproduksi massal dengan cepat.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengakui kekuatan persenjataan Iran dalam konferensi pers di Pentagon pada Kamis (19/3/2026).

"Seperti yang kami katakan dan selalu kami sampaikan, jelas mereka memasuki pertempuran ini dengan membawa senjata yang sangat banyak," tegas Caine.

Kini, AS dan Israel berfokus untuk menyerang kru drone dan rudal Iran sebelum mereka sempat meluncurkan senjatanya, meski waktu yang tersedia bagi jet tempur untuk beraksi sering kali hanya dalam hitungan menit.

Baca juga: Juru Bicara Garda Revolusi Iran Tewas Diserang AS-Israel

Tag:  #pertahanan #teluk #jebol #buru #buru #tambah #persenjataan #penangkal

KOMENTAR