Arsenal, Akhir Penantian 8.060 Hari, dan Energi dari Bohlam Sakti
Eberechi Eze merayakan gol pembuka dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Arsenal vs Newcastle United di Stadion Emirates di London pada 25 April 2026. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)
09:41
20 Mei 2026

Arsenal, Akhir Penantian 8.060 Hari, dan Energi dari Bohlam Sakti

Penantian panjang 22 tahun atau 8.060 hari resmi diakhiri. Kisah Arsenal jadi juara Liga Inggris memuat sebuah bohlam sakti yang membuat tim terkoneksi.

"Edison menemukan bohlam," kata Mikel Arteta kepada para pemain Arsenal di ruang ganti.

Ruang ganti Arsenal tiba-tiba berubah menjadi seperti kelas. Arteta tiba-tiba menyebut nama Thomas Alva Edison, bukan Thierry Henry atau Arsene Wenger yang secara natural akan terdengar lebih pas.

Namun, Mikel Arteta tidak sedang memberikan pelajaran sejarah atau fisika kepada anak asuhnya. 

"Sebuah bola lampu saja tidak ada artinya, saya ingin melihat sebuah tim yang terhubung satu sama lain dan bersinar," kata Arteta.

Baca juga: Arsenal Juara Premier League 2025-2026, Akhiri Penantian 22 Tahun

Pidato tak biasa Arteta itu terekam dalam serial dokumenter All Or Nothing garapan Amazon Prime yang mengisahkan perjalanan Arsenal di musim 2021-2022.

Arteta memang kerap menggunakan cara-cara unik untuk memotivasi pemainnya, bukan hanya dengan bohlam.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, meneriakkan instruksi kepada para pemain dari pinggir lapangan pada laga Liga Inggris antara Arsenal dan Fulham di Stadion Emirates di London pada 2 Mei 2026.AFP/BEN STANSALL Manajer Arsenal, Mikel Arteta, meneriakkan instruksi kepada para pemain dari pinggir lapangan pada laga Liga Inggris antara Arsenal dan Fulham di Stadion Emirates di London pada 2 Mei 2026.

Cara "Aneh" Arteta Motivasi Pemain

Pelatih asal San Sebastian itu pernah memutar kencang-kencang anthem Liverpool, You'll Never Walk Alone melalui speaker dalam sesi latihan agar pemainnya terbiasa dengan atmosfer penuh tekanan di Stadion Anfield.

Bahkan, Arteta dikabarkan juga pernah dengan sengaja menyewa pencopet untuk mencuri barang pemain saat sesi makan malam.

Arteta ingin agar pemainnya selalu awas dan fokus, jangan sampai "kecopetan" gelar seperti ketika The Gunners tiga kali jadi runner up secara beruntun pada kurun 2022-2025.

Baca juga: Kata-kata Arsene Wenger Setelah Arsenal Meraih Gelar Juara Liga Inggris

Cara itu sempat dibilang "aneh" oleh legenda Arsenal, David Seaman.

"Saya tidak mengerti apa alasannya, tapi Mikel melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri dan Anda tidak bisa membantahnya," tutur Seaman, kiper legendaris Inggris yang membawa Arsenal juara Premier League 1997-1998 dan 2001-2002.

Apa yang dilakukan Arteta membuat publik terbelah. Ada yang bilang dia jenius, ada pula yang menyebut Arteta melakukan hal konyol, termasuk ketika meminta pemain Arsenal menyeimbang sebuah pulpen dalam sebuah sesi latihan.

Apa pun itu, Arsenal terbukti berkembang bersama Arteta yang datang menukangi tim pada Desember 2019.

Musim pertama Arteta di Arsenal jauh dari kata sensasional. Ia hanya mengantar The Gunners finis kedelapan, pencapaian yang terulang lagi pada musim 2020-2021.

Jalan Berliku Menuju Juara

Namun, sejak itu, Arsenal tak pernah lagi menutup musim dengan posisi yang lebih rendah.

Usai bertengger di peringkat lima pada 2021-2022, anak asuh Arteta bertumbuh menjadi tim penantang gelar dan finis kedua di Premier League 2022-2023, 2023-2024, dan 2024-2025.

Progres bersama Arteta nyata adanya. Cuma, tetap saja pencinta The Gunners merindukan gelar juara, nikmat yang sudah tak dirasakan selama 22 tahun.

Sejak jadi juara dengan catatan tanpa kalah pada 2003-2004, Arsenal terhitung menghabiskan 984 hari di puncak klasemen Liga Inggris tanpa pernah bisa menjadi juara.

Musim 2025-2026 lalu dinilai jadi momen terbaik untuk menutup penantian panjang tersebut. Sepanjang musim, Arsenal tampil begitu dominan.

Walau begitu, keraguan sempat muncul ketika Arsenal kalah beruntun dari Bournemouth dan Man City pada April silam.

Botol dan Arsenal

Olok-olok botol pun kembali menghantui Arsenal, merujuk istilah "bottling" dalam bahasa slang Inggris yang dipakai untuk menggambarkan kegagalan di momen krusial.

Hanya dalam 11 hari, Arsenal kehilangan sembilan poin keunggulan dari Man City. Pada momen itu, The Gunners kembali diragukan.

“Kami adalah Arsenal, kami tak melakukannya dengan cara mudah, bukan?” ujar legenda Arsenal, Aaron Ramsey, dalam sebuah acara di Jakarta, pada 18 April silam, yang turut dihadiri KOMPAS.com.

Benar saja, Arsenal bangkit dengan cara mereka. The Gunners tak diliputi kepanikan dan tak kembali terpeleset di sisa pertandingan Liga Inggris musim ini.

Sebaliknya, Man City justru tertahan di markas Everton dan Bournemouth. Hasil seri 1-1 Bournemouth vs Man City di Stadion Vitality, Selasa (19/5/2026) atau Rabu dini hari WIB memicu pesta besar di London Utara.

Arsenal dipastikan jadi juara Liga Inggris setelah menanti selama 8.060 hari atau 22 tahun.

“(Saya perlu) mengucapkan selamat kepada Arsenal, Mikel Arteta dan staf pelatih, serta para penggemar atas gelar Premier League yang memang pantas mereka dapatkan," tutur pelatih Man City, Pep Guardiola.

Seperti kata Guardiola, Arsenal memang pantas jadi juara, meski tak selalu menampilkan permainan yang memanjakan mata.

Bersama Arteta, The Gunners tumbuh jadi tim yang alot dan bagus dalam organisasi, layaknya bohlam yang teraliri listrik dan bersinar.

Arsenal hanya kemasukan 26 kali musim ini. Rapor defensif milik William Saliba dkk adalah yang terbaik di Liga Inggris musim ini.

Anak asuh Arteta pun jadi tim yang paling rajin mencatatkan nirbobol alias clean sheet, persisnya 19 kali.

Saatnya Menyalakan Lampu!

Organisasi permainan yang rapi juga memungkinkan Arsenal berkembang jadi unit mematikan dalam hal bola mati.

Sebanyak 24 gol dari situasi bola mati sudah diproduksi Arsenal, sebanyak 18 di antaranya dari sepak pojok.

“Itu tidak jelek, Anda harus memainkan pertandingan yang ada untuk Anda mainkan, dan melawan Chelsea, Anda tahu persis pertandingan seperti apa yang akan Anda jalani,” ujar Arteta soal dua gol kemenangan timnya atas Chelsea pada Maret silam yang bersumber dari corner.

Suka tidak suka, skema bola mati Arsenal yang beberapa kali menampilkan pergulatan di kotak penalti, jadi kendaraan efektif yang mengantarkan mereka kepada trofi.

Pemain Arsenal pun kini boleh kembali ke pelajaran Arteta tentang kelistrikan. Ya, Arteta memang meminta klub untuk membuat sebuah siluet berbentuk trofi juara Premier League di sentra latihan Arsenal di Colney.

Aturannya jelas, siluet berbentuk trofi itu hanya boleh dinyalakan kalau Arsenal benar-benar jadi juara Liga Inggris.

Pemain telah menyerap betul pelajaran Arteta. Kini, saatnya telah tiba bagi Arsenal untuk menyalakan lampu!

Tag:  #arsenal #akhir #penantian #8060 #hari #energi #dari #bohlam #sakti

KOMENTAR