Analis China Ungkap Cara Iran Tembak F-35, Jet Tempur Siluman Tercanggih AS
Jet tempur F-35 milik Angkatan Udara Amerika Serikat saat terbang di atas Gedung Putih, Washington DC, 12 Juni 2019.(AFP/ERIC BARADAT)
08:36
22 Maret 2026

Analis China Ungkap Cara Iran Tembak F-35, Jet Tempur Siluman Tercanggih AS

- Kerusakan tempur pertama yang diketahui pada jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS) dalam misi di Iran, memunculkan analisis baru terkait kelemahan jet generasi kelima tersebut.

Komando Pusat AS (Centcom) melaporkan bahwa pesawat itu terpaksa melakukan pendaratan darurat pada Kamis (19/3/2026) usai menjalankan operasi tempur di wilayah Iran.

“Kami mengetahui laporan bahwa pesawat F-35 AS melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara regional AS setelah melakukan misi tempur di atas Iran,” kata juru bicara Kapten Tim Hawkins dalam pernyataan resmi, dikutip dari South China Morning Post.

Baca juga: Jet Tempur F-35 AS Diduga Dirusak Iran Saat Mengudara, Terpaksa Mendarat Darurat

“Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang diselidiki,” lanjutnya.

Insiden ini diduga menjadi kali pertama Iran sukses merusak jet tempur AS sejak perang pecah pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara gabungan AS dan Israel.

Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menembak pesawat militer AS di wilayah Iran tengah.

Bagaimana Iran tembak F-35?

F-35 dikenal sebagai jet tempur multiperan generasi kelima buatan Lockheed Martin dengan kemampuan siluman tinggi.

Desain khusus, ruang senjata internal, dan material penyerap radar membuat pesawat ini memiliki penampang radar sangat rendah.

Jet ini disebut memiliki tingkat siluman 20-100 kali lebih tinggi dibandingkan pesawat non-siluman seperti Rafale buatan Perancis.

Kemampuan tersebut memungkinkan F-35 menjalankan misi di wilayah udara dengan tingkat ancaman tinggi, termasuk untuk serangan, pengintaian, dan operasi berbasis jaringan.

Namun, analis militer China menilai kemampuan siluman tersebut tidak sepenuhnya membuat F-35 tak terdeteksi.

Baca juga: Iran Gempur Pangkalan AS di Arab Saudi yang Tampung Jet Tempur F-35 dan F-16

Jet tempur F-35C Lightning II Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operation Epic Fury untuk menyerang Iran pada 2 Maret 2026.US NAVY via AFP Jet tempur F-35C Lightning II Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operation Epic Fury untuk menyerang Iran pada 2 Maret 2026.Kolonel pensiunan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Yue Gang, mengatakan bahwa pesawat yang mengalami insiden kemungkinan hanya rusak ringan.

“F-35 yang dimaksud mungkin mengalami kerusakan kecil, tetapi mempertahankan beberapa fungsi dasar,” kata Yue, dikutip dari SCMP pada Jumat (20/3/2026).

Ia menilai, kecil kemungkinan pesawat tersebut terkena sistem pertahanan udara konvensional seperti S-300.

“Karena kalau itu sistem pertahanan udara yang bermerek, dia akan memakai panduan radar, bukan panduan inframerah. Dan rudal yang diluncurkan oleh sistem tersebut akan cukup kuat; jika mengenai pesawat, umumnya pesawat tersebut tidak akan dapat kembali,” ujarnya.

Yue menduga serangan Iran dilakukan menggunakan rudal dengan pemandu inframerah.

“Saya berspekulasi bahwa rudal yang menyerang F-35 mungkin rudal udara-ke-udara yang dimodifikasi menggunakan pencari berpemandu inframerah,” kata dia.

Iran pernah mengimpor rudal R-27T dari Rusia pada 1990-an, yang memiliki kecepatan hingga Mach 5 meski daya hancurnya relatif lebih rendah.

Menurut Yue, sistem siluman F-35 lebih efektif terhadap deteksi radar, bukan sensor inframerah.

“Namun, deteksi inframerah memiliki jangkauan yang jauh lebih kecil daripada deteksi gelombang elektromagnetik,” ujarnya.

Baca juga: Petarung Siluman, Jet F-35 Jadi Ujung Tombak Serangan AS-Israel ke Iran

Titik lemah F-35

Pesawat jet tempur F-35 Amerika Serikat generasi kelima saat tampil di ajang Aero India 2025, di Pangkalan Udara Yelahanka, Bengaluru, India, Jumat (14/2/2025). Spesifikasi Jet Tempur F-35 IsraelAFP/IDREES MOHAMMED Pesawat jet tempur F-35 Amerika Serikat generasi kelima saat tampil di ajang Aero India 2025, di Pangkalan Udara Yelahanka, Bengaluru, India, Jumat (14/2/2025). Spesifikasi Jet Tempur F-35 IsraelPandangan serupa disampaikan analis militer Song Zhongping, yang menilai Iran kemungkinan menggunakan sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) untuk mendeteksi F-35.

“Sulit bagi AS untuk mendeteksinya, yang menjelaskan mengapa pesawat itu tidak hancur dalam serangan sebelumnya. Selain itu, pesawat tersebut akan kesulitan mendeteksi dia sedang dilacak,” kata Song.

Ia menegaskan bahwa teknologi siluman bukan berarti pesawat sepenuhnya tidak terlihat.

“Kemampuan pengamatan rendah F-35 bukan berarti sepenuhnya tidak terdeteksi, itu mitos,” ujarnya.

Insiden ini juga disebut kasus pertama F-35 mengalami kerusakan dalam pertempuran langsung sejak digunakan pada 2018.

Sebelumnya, belum ada laporan terkonfirmasi mengenai F-35 yang terkena serangan musuh.

Baca juga: Jet F-35 Israel Tembak Jatuh Pesawat Iran Buatan Rusia di Langit Teheran

Kerusakan pada F-35 terjadi di tengah laporan kerugian sejumlah aset militer AS dalam konflik dengan Iran.

AS dilaporkan kehilangan sekitar 12 drone MQ-9 Reaper. Selain itu, lima pesawat pengisian bahan bakar KC-135 mengalami kerusakan di Arab Saudi, meski penyebabnya belum diketahui.

Pada 1 Maret, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle juga jatuh akibat insiden tembakan salah sasaran di Kuwait.

Yue menilai, Iran kemungkinan mengembangkan taktik alternatif dengan memodifikasi rudal udara-ke-udara menjadi sistem pertahanan darat.

Pengembangan tersebut dilakukan karena keterbatasan superioritas udara yang dimiliki Iran.

Di sisi lain, China disebut mempercepat pengembangan sistem pertahanan udara untuk menghadapi pesawat siluman seperti F-35.

“China memiliki radar anti-siluman khusus yang menargetkan pesawat dengan kemampuan siluman rendah, kemudian menggunakan sistem pertahanan udara konvensional seperti HQ-9 dan HQ-19 untuk menyerang F-35,” kata Yue.

“Radar ini dapat mendeteksi pesawat dari berbagai sudut dan membandingkan serta menghitung sinyal-sinyal yang tidak biasa,” ujarnya.

Baca juga: Drone Lambat AS Jadi Momok Iran Jelang Pensiun, Gempur Ratusan Target

Tag:  #analis #china #ungkap #cara #iran #tembak #tempur #siluman #tercanggih

KOMENTAR