Gedung Putih Kaget Trump Klaim Dapat Hadiah dari Iran, Tak Tahu Ada Pemberian
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim menerima hadiah besar dari Iran terkait minyak dan Selat Hormuz, yang memicu kebingungan di kalangan internal Gedung Putih.(AFP/JIM WATSON)
14:30
26 Maret 2026

Gedung Putih Kaget Trump Klaim Dapat Hadiah dari Iran, Tak Tahu Ada Pemberian

Internal Gedung Putih kebingungan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim menerima “hadiah besar” dari Iran, menurut laporan The Independent.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Ruang Oval pada Selasa (24/3/2026), ketika melantik Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri yang baru.

Ia menyiratkan optimisme terhadap hubungan dengan Teheran. “Mereka akan membuat kesepakatan,” kata Trump tentang Iran.

Baca juga: Trump Tolak Ide Netanyahu Ajak Warga Iran Memberontak, AS-Israel Mulai Beda Tujuan?

Trump kemudian menambahkan, “Mereka melakukan sesuatu kemarin yang luar biasa. Mereka memberi kami sebuah hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Itu hadiah yang sangat besar, bernilai sangat besar.”

Namun, Trump menolak menjelaskan lebih jauh mengenai hadiah yang ia klaim tersebut.

“Saya tidak akan memberi tahu Anda apa hadiah itu, tetapi itu adalah hadiah yang sangat signifikan, dan mereka memberikannya kepada kami,” ujarnya.

Menurut Trump, hadiah tersebut menjadi sinyal positif. “Itu berarti satu hal bagi saya. Kita berurusan dengan orang yang tepat,” katanya.

Terkait minyak dan Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz.Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.

Meski tertutup soal detail, Trump memberi petunjuk bahwa hadiah itu berkaitan dengan sektor energi.

Ia menyebut hadiah tersebut “terkait minyak dan gas” serta berhubungan dengan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman energi global, di mana sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintas.

Diketahui, Iran telah menutup selat tersebut untuk kapal-kapal “musuh”. Penutupan jalur ini oleh Iran sebelumnya telah mendorong lonjakan harga bahan bakar dunia.

Gedung Putih bingung dengan klaim Trump

Alih-alih memberikan kejelasan, pernyataan Trump justru memicu kebingungan di internal pemerintahannya sendiri.

Laporan Politico menyebut sejumlah orang dekat Gedung Putih merasa “bingung dengan pernyataan presiden.”

Pihak Gedung Putih juga tidak memberikan jawaban rinci saat dimintai klarifikasi lanjutan.

Spekulasi sempat mengarah pada kapal tanker super Omega Trader yang membawa 2 juta barrel minyak mentah Irak. Namun laporan Bloomberg menyebut kapal tersebut tidak berhasil melintasi Selat Hormuz, sehingga dugaan itu melemah.

Pernyataan Trump bahkan menjadi bahan sindiran di media. Dalam acara The Daily Show, pembawa acara Josh Johnson berkelakar bahwa hadiah tersebut bisa saja seperti “kuda Troya.”

“Ia mengguncang kotaknya untuk mengetahui isinya. ‘Ini berdetak. Saya yakin ini jam!’” ujar Johnson, menyindir ketidakjelasan klaim tersebut.

Baca juga: AS Serba Kontradiktif, Apakah Trump Sedang Cari Jalan Keluar dari Perang Iran?

Situasi konflik masih tidak jelas

Di tengah kebingungan ini, arah konflik AS-Iran masih belum pasti. Trump dilaporkan telah mengajukan rencana perdamaian 15 poin kepada Iran, namun di saat yang sama juga bersiap mengirim pasukan elit 82nd Airborne Division ke Timur Tengah.

Menurut laporan, pasukan tersebut berpotensi digunakan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor utama Iran yang menangani sekitar 95 persen pengiriman minyak mentah negara itu.

Senator Partai Republik Lindsey Graham bahkan mendorong langkah tersebut.

“Kuasai pulau itu. Biarkan rezim ini runtuh dengan sendirinya,” katanya dalam wawancara dengan Fox News.

Klaim negosiasi dibantah Iran

Di sisi lain, Trump mengklaim telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” dengan Iran, bahkan mengumumkan gencatan senjata lima hari untuk menghindari rencana pemboman fasilitas listrik Iran.

Namun Iran membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai “berita palsu.” Teheran juga menuding pihak AS “bernegosiasi dengan diri sendiri.”

Menanggapi bantahan itu, Trump berkata, “Mereka harus mendapatkan tim hubungan masyarakat yang lebih baik. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat kuat. Steve Witkoff dan Jared Kushner melakukannya. Itu berjalan sempurna.”

Tak lama setelah itu, Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan rudal baru terhadap sekutu AS dan Israel di kawasan Teluk, menandakan ketegangan masih jauh dari mereda.

Baca juga: Iran Ejek Trump Kalah Perang: Jangan Tutupi Kegagalan dengan Klaim Negosiasi

Tag:  #gedung #putih #kaget #trump #klaim #dapat #hadiah #dari #iran #tahu #pemberian

KOMENTAR