Iran Perluas Blokade Selat Hormuz, Kini Ambil Wilayah UEA
Ilustrasi Selat Hormuz.(GOOGLE MAPS)
11:06
21 Mei 2026

Iran Perluas Blokade Selat Hormuz, Kini Ambil Wilayah UEA

- Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz, Rabu (20/5/2026).

Kebijakan ini mengharuskan kapal untuk berkoordinasi dan mendapatkan izin dari otoritas tersebut sebelum melintasi jalur air strategis tersebut.

Di pintu masuk timur selat, zona tersebut membentang dari Kuh Mobarak di Iran hingga selatan Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA).

Kemudian di pintu masih barat, membentang dari ujung Pulau Qeshm di Iran hingga Umm al-Quwain di UEA.

Baca juga: Iran Kini Incar Kabel Optik di Selat Hormuz, Apa yang Perlu Diketahui?


"Garis yang menghubungkan Kuh Mobarak di Iran dan selatan Fujairah di UEA di sebelah timur selat hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dan Umm al-Qaiwain di UEA di sebelah barat selat," demikian pernyataan PGSA di X, dilansir CBS News, Kamis (21/5/2026).

Siapa pun yang melintas melalui area tersebut dengan tujuan melewati selat "membutuhkan koordinasi dengan, dan otorisasi dari PGSA,” lanjutnya.

Mereka juga menerbitkan peta yang menggambarkan zona yang baru di Teluk Persia yang ditetapkan tersebut.

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz.Twitter/Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz.

Baca juga: Kapal Minyak Korsel Berhasil Lewat Selat Hormuz, Iran Mulai Lunak?

Awal bulan ini, Teheran meluncurkan PGSA domestik baru, yang menurut mereka akan bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran guna mengumpulkan biaya pelayaran.

Mereka juga mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melintasi selat tanpa izin mereka.

Di akun media sosialnya, yang mulai aktif Senin (18/5/2026), PSGA mendefinisikan dirinya sebagai "badan hukum dan otoritas perwakilan Republik Islam Iran untuk mengelola jalur dan transit melalui Selat Hormuz."

Baca juga: Jerman Desak Iran untuk Berunding, Siap Kirim Militer ke Selat Hormuz

Iran tarik biaya tol di Selat Hormuz

Sebelumnya, Iran telah membentuk sebuah badan untuk memberikan izin transit melalui Selat Hormuz dan memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas.

Keputusan itu dilakukan di tengah upaya Washington yang terus mendesak tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali jalur air strategis yang ditutup oleh Teheran tersebut.

Otoritas Selat Teluk Persia telah memberlakukan kerangka kerja baru yang mewajibkan kapal-kapal untuk memperoleh izin transit dan membayar tol sebelum berlayar,” tulis Lloyd's List, jurnal industri yang mengenai pelayaran dan perdagangan maritim, dikutip dari AFP, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Iran Bentuk Badan Baru Pengelola Selat Hormuz, Kapal Bakal Dikenai Tarif

Kapal-kapal juga harus memberikan informasi jelas terkait kepemilikan hingga rute perjalanannya.

"Kapal diharuskan untuk menyerahkan catatan rinci tentang kepemilikan, asuransi, detail awak kapal, dan rute transit yang direncanakan", mengutip formulir yang dikirim oleh otoritas tersebut.

Tag:  #iran #perluas #blokade #selat #hormuz #kini #ambil #wilayah

KOMENTAR