Kampus AS di Teluk Terancam Dibombardir Iran, Balasan atas Serangan Amerika-Israel
Seorang pria memegang bendera Iran di tengah reruntuhan bangunan yang hancur setelah serangan udara di pusat Teheran pada Rabu (4/3/2026).(AFP)
16:42
29 Maret 2026

Kampus AS di Teluk Terancam Dibombardir Iran, Balasan atas Serangan Amerika-Israel

Universitas Sains dan Teknologi di Teheran menjadi target dalam serangan terbaru oleh Israel dan Amerika Serikat, menurut laporan media Iran pada Sabtu (28/3/2026).

Meski belum ada pernyataan resmi terkait korban jiwa maupun tingkat kerusakan, Iran berjanji akan membalas serangan tersebut dengan menargetkan kampus-kampus AS di kawasan.

Situasi ini memperburuk eskalasi konflik yang telah berlangsung sebulan terakhir sejak AS dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan ke Iran pada 28 Februari.

Baca juga: Surat Kabar Iran Kirim Peringatan Akan Invasi AS: Welcome to Hell

Iran ancam targetkan kampus AS

Sebagai respons atas serangan AS-Israel, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars, IRGC memperingatkan bahwa kampus-kampus milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah bisa menjadi target serangan balasan.

“Jika pemerintah AS ingin universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, maka harus mengutuk pengeboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi sebelum Senin (30/3/2026) pukul 12 siang waktu Teheran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

IRGC juga mengeluarkan peringatan kepada civitas akademika di kampus-kampus tersebut.

“Kami menyarankan semua pegawai, profesor, dan mahasiswa universitas Amerika di kawasan tersebut serta warga di sekitarnya untuk tetap berada setidaknya satu kilometer dari kampus,” lanjut pernyataan itu.

Beberapa universitas AS memang memiliki cabang di kawasan Teluk, seperti Texas A&M University di Qatar dan New York University di Uni Emirat Arab.

Baca juga: Spesifikasi USS Tripoli (LHA-7), Kapal Serbu Amfibi AS yang Dikerahkan ke Iran

Serangan balasan terus berlanjut

Asap membubung dari Pelabuhan Zayed setelah serangan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran, memicu respons Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.AFP/RYAN LIM Asap membubung dari Pelabuhan Zayed setelah serangan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran, memicu respons Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Selama hampir satu bulan terakhir, Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran.

Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Targetnya meliputi wilayah Israel, serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, merusak infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan internasional.

Baca juga: Kapal Serbu Amfibi AS Tiba di Timur Tengah, Bersiap Invasi Darat ke Iran?

Tag:  #kampus #teluk #terancam #dibombardir #iran #balasan #atas #serangan #amerika #israel

KOMENTAR