Proyektil Hantam Batalion Indonesia di Lebanon, Satu Pasukan Perdamaian PBB Tewas
Petugas dari Pasukan Penjaga Perbatasan PBB di Lebanon (UNIFIL) tampak sedang berpatroli di sepanjang tembok perbatasan yang memisahkan wilayah Israel dengan Lebanon.(AFP / MAHMOUD ZAYYAT)
11:18
30 Maret 2026

Proyektil Hantam Batalion Indonesia di Lebanon, Satu Pasukan Perdamaian PBB Tewas

- Pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan, salah satu pasukan penjaga perdamaian mereka tewas setelah sebuah proyektil menghantam salah satu posisi mereka pada Minggu (29/3/2026) malam.

"Seorang pasukan penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr," kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan, Senin (30/3/2026), dikutip dari AFP. 

"Satu orang lainnya mengalami luka kritis," sambungnya.

Kendati demikian, mereka tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut dan telah meluncurkan penyelidikan untuk mengetahuinya.

"Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya demi memperjuangkan perdamaian," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Trump Sesumbar Bisa Rebut Pulau Kharg Iran dengan Sangat Mudah

Proyektil hantam batalion Indonesia

Media pemerintah NNA sebelumnya melaporkan, posisi yang dihantam merupakan milik batalion Indonesia yang bertugas di UNIFIL.

Kota Adchit al Qusayr terletak di dekat perbatasan selatan Lebanon dengan Israel, tempat pasukan Israel telah bertempur melawan Hizbullah selama hampir sebulan.

Perang di Timur Tengah menyebar ke Lebanon pada awal Maret setelah Hizbullah yang didukung Iran menembakkan roket ke Israel.

Serangan mereka terjadi setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel.

Israel telah membalas dengan serangan udara skala besar di Lebanon, dengan pasukannya kini maju ke sejumlah kota di Lebanon selatan.

Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Sudah di Timteng, Invasi Darat ke Iran Makin Dekat?

Para pejabat Israel mengatakan, mereka bermaksud untuk mendirikan zona keamanan yang membentang sejauh 30 kilometer dari perbatasan Israel untuk melindungi warga yang tinggal di Israel utara.

Sementara, UNIFIL melaporkan, posisi mereka telah dihantam lebih dari sekali sejak dimulainya pertempuran terbaru.

Pada 7 Maret, tiga tentara Ghana terluka akibat tembakan di sebuah kota perbatasan di Lebanon selatan.

Untuk diketahui, UNIFIL adalah pasukan penjaga perdamaian PBB independen yang telah ditempatkan di Lebanon selatan sejak tahun 1970-an.

Mereka bertugas untuk mengamati, serta menegakkan berbagai gencatan senjata dan perjanjian yang telah berlangsung di Lebanon selatan selama bertahun-tahun.

Tag:  #proyektil #hantam #batalion #indonesia #lebanon #satu #pasukan #perdamaian #tewas

KOMENTAR