Iran Kembali Keluarkan Peringatan, Ingin Beri Pelajaran ke AS
Personel Angkatan Laut Iran saat melakukan latihan militer Velayat-90 di Selat Hormuz pada 1 Januari 2012.(JAMEJAMONLINE/EBRAHIM NOROOZI via AFP)
21:54
8 Mei 2026

Iran Kembali Keluarkan Peringatan, Ingin Beri Pelajaran ke AS

- Angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan kapal-kapal untuk menjauhi kapal perang Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz setelah aksi saling serang pada Kamis (7/5/2026) malam.

Mereka memberi pernyataan tegas dengan mengatakan bahwa perlu memberi pelajaran kepada para "Yankee," menurut rekaman audio yang dibagikan kepada CNN, dikutip Jumat (8/5/2026).

“Kami menyarankan Anda untuk menjaga jarak setidaknya 10 mil dari kapal perang (AS) demi keselamatan Anda,” bunyi suara di Saluran VHF 16, frekuensi radio yang digunakan oleh kapal internasional untuk komunikasi mendesak.

Baca juga: Iran Semakin Menguasai Selat Hormuz, Sudah Siapkan Rencana Khusus


“Karena terkadang kami perlu memberi pelajaran kepada Yankee dengan rudal dan drone,” lanjut pernyataan itu.

Sebuah sumber dari industri maritim mengatakan kepada CNN, pihak Iran pada Kamis meminta semua kapal yang berada di bagian utara Selat untuk bergerak lebih dekat ke Dubai.

Semuanya kapal menuruti permintaan tersebut, terutama karena tembakan telah terjadi di jalur perairan itu pada hari tersebut.

Sejak AS dan Israel memulai serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, Iran mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melewati Selat Hormuz tanpa izin dari angkatan laut IRGC.

Baca juga: AS-Iran Saling Serang Lagi, Bagaimana Nasib Gencatan Senjata?

Iran dan AS kembali saling lancarkan serangan di Selat Hormuz

Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.

Pasukan AS dan Iran kembali bentrok di kawasan Teluk, yang berisiko merusak gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan.

Apalagi ketegangan ini terjadi di tengah proses negosiasi dengan harapan akan ada solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis (7/5/2026) tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang saat mereka melintasi Selat Hormuz.

"Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika baru saja berhasil melewati Selat Hormuz, di bawah tembakan musuh,” tulis Trump di Truth Social dikutip dari Reuters, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Di Balik Perang Iran dan Krisis Hormuz, Perusahaan-perusahaan Ini Malah Panen Cuan

“Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal tersebut, tetapi kerusakan besar dialami oleh pihak Iran," lanjutnya.

Merespons hal tersebut, militer AS membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut fasilitas yang diserang merupakan lokasi peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil yang digunakan untuk menyerang kapal AS.

“Pasukan AS mencegat serangan Iran dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Tag:  #iran #kembali #keluarkan #peringatan #ingin #beri #pelajaran

KOMENTAR